SEMARANG, INIKAMPUS – Keselamatan kerja menjadi bekal penting bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang setiap hari menghadapi berbagai risiko di pelabuhan.
Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang membekali 100 TKBM Pelabuhan Tanjung Emas dengan pengetahuan dan keterampilan K3.
PIP Semarang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) menggelar kegiatan tersebut di Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan bertema “Budaya K3 dan Keselamatan Kerja TKBM di Area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang” itu menjadi bagian dari peringatan Hari Perhubungan Nasional.
Pembekalan bertujuan membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan sekadar aturan. Keselamatan juga menjadi kebutuhan utama dalam setiap aktivitas bongkar muat.
Kenali Bahaya dan Gunakan APD
Dalam kegiatan itu, PIP Semarang memberikan empat materi utama keselamatan dan kesehatan kerja.
Materi meliputi standar keselamatan di area pelabuhan dan identifikasi potensi bahaya atau hazard identification.
Peserta juga mempelajari penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan jam kerja, serta manajemen stres.
PIP Semarang tidak hanya memberikan materi secara teoretis.
Para peserta juga mengikuti praktik penggunaan APD dan simulasi pengisian Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Praktik tersebut membantu peserta menerapkan pengetahuan keselamatan ketika menghadapi situasi di lapangan.
Selain itu, PIP Semarang menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan kepada perwakilan peserta. Pihak KSOP Kelas I Tanjung Emas dan Ketua Koperasi Jasa TKBM Tanjung Emas Semarang turut menyaksikan penyerahan tersebut.
Bangun Budaya Keselamatan
PPPM PIP Semarang melalui Okvita Wahyuni mengatakan, kegiatan tersebut mendorong perubahan perilaku kerja para TKBM.
Menurutnya, pekerja tidak cukup hanya memahami aturan keselamatan. Mereka juga perlu membangun kebiasaan kerja yang konsisten dengan prinsip K3.
“Pengetahuan dan keterampilan K3 yang diperoleh tidak berhenti sebagai teori, melainkan tumbuh menjadi budaya keselamatan,” kata Okvita.
Ia berharap budaya tersebut mengakar dalam keseharian pekerja. Dengan begitu, para pekerja dapat menekan risiko kecelakaan di kawasan pelabuhan.
“PIP Semarang berharap risiko kecelakaan kerja di area pelabuhan dapat ditekan dan keselamatan seluruh pekerja bongkar muat semakin terjaga,” tegasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner oleh seluruh peserta. PPPM PIP Semarang menggunakan kuesioner tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.
Evaluasi mencakup tingkat kepuasan peserta, pencapaian tujuan, kendala pelaksanaan, serta masukan untuk kegiatan berikutnya.
