DEPOK, INIKAMPUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti memulai hari pertama sekolah dengan kunjungan ke Depok, Senin, 30 Maret 2026.
Kunjungan setelah libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H itu berlangsung di SMPN 2 Kota Depok dan SDN 8 Depok Baru, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak guru dan murid menerapkan Gerakan Indonesia ASRI.
Gerakan ini menekankan nilai aman, sehat, resik, dan indah.
Selain itu, ia juga menyapa siswa dan meninjau pembelajaran di kelas.
Dorong Budaya Sekolah Positif
Saat memimpin upacara, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya peran individu di sekolah. Ia menyebut kebiasaan sederhana dapat membentuk karakter siswa.
“Melalui nilai ASRI, kita menanamkan kebiasaan baik bagi generasi masa depan Indonesia,” kata Mendikdasmen.
Selanjutnya, ia mengajak seluruh warga sekolah menjaga lingkungan dan kesehatan bersama.
Ia menegaskan pentingnya harmoni sosial dan kepedulian terhadap alam.
“Kita harus membangun budaya sehat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” tandas Menteri.
Selain itu, ia menyerahkan alat kebersihan kepada sejumlah sekolah di Depok.
Bantuan ini mendukung implementasi gerakan ASRI secara nyata.
Penguatan Karakter dan Nasionalisme
Pada kegiatan tersebut, siswa juga mengucapkan Ikrar Pelajar Indonesia.
Ikrar ini menjadi bagian dari penguatan karakter dan nasionalisme.
Ikrar itu berbunyi, “Kami Pelajar Indonesia beriman, menghormati orang tua, belajar sungguh-sungguh, rukun, dan mencintai tanah air.”
Abdul Mu’ti memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar mengembangkan potensi diri.
“Kalian harus mencintai tanah air dan mengikuti arahan guru serta menghormati orang tua,” pesannya.
Kolaborasi Wujudkan Indonesia ASRI
Abdul Mu’ti menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI membutuhkan kolaborasi semua pihak. Ia menyebut gerakan ini sebagai upaya membangun budaya positif di sekolah.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekolah,” kata Menteri.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Kota Depok, Sumarno, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberi motivasi bagi guru dan siswa.
“Kunjungan ini mendorong kami untuk terus berprestasi dan berkarya,” ungkapnya.
Selain itu, guru Bahasa Inggris, Lulu, menilai program ASRI relevan dengan kondisi sekolah. Ia mengajak siswa bergotong royong membersihkan kelas.
Ia menjelaskan, “Kami libatkan siswa agar mereka peduli lingkungan dan merasa memiliki sekolah.”
Di sisi lain, siswa kelas VII, Fathiyah, menyambut positif program tersebut. Ia menilai nilai ASRI mudah diterapkan sehari-hari.
“Program ini mengingatkan kami untuk menjaga sikap terhadap orang tua dan guru,” katanya.

