SEMARANG, INIKAMPUS – Lulusan S1 Sastra Jawa siap untuk menjadi guru bahasa Jawa, baik di jenjang SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA.
Kini, mereka memiliki hak yang sama dengan lulusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa.
“Sebagaimana sarjana kependidikan, sarjana sastra Jawa bisa ikut PPG, lalu menjadi PPPK ataupun CPNS, di samping mengajar di sekolah swasta,” ungkap Prembayun Miji Lestari, Koordinator S1 Sastra Jawa FBS Unnes.
Pernyataan tersebut menanggapi berita iniKampus.id, Selasa (30/3/2026), tentang kekurangan guru bahasa Jawa di Jateng, DIY, dan Jatim sebanyak 37.511 orang.
Data tersebut bersumber dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Februari 2026 lalu.
Prembayun mencontohkan, sejumlah lulusannya mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) semenjak 2023.
Setelah lulus, mereka menjadi guru dengan status PPPK/CPNS atau guru swasta dengan tunjangan sertifikasi guru.
Menurutnya, guru atau dosen bahasa Jawa merupakan profesi yang bisa dipilih oleh lulusan S1 Sastra Jawa.
“Profesi lainnya seperti peneliti, pamong budaya, filolog, editor, kurator, penyiar, dan panatacara,” ungkapnya.
Secara terpisah, guru Bahasa Jawa SMP 38 Semarang Ahmad Sobirin menyatakan dirinya merupakan lulusan S1 Sastra Jawa Unnes.
“Begitu lulus 2023, saya langsung ikut PPG. Gratis. Tahun 2025, bersama sejumlah teman lainnya, saya diangkat sebagai PPPK untuk formasi guru bahasa Jawa,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, ilmu yang didapatkan selama studi S1 Sastra Jawa inline dengan kebutuhan saat mengajar.
“Tinggal memperkuat pada aspek pedagogi. Alhamdulillah, teori dan praktiknya sudah ada di PPG,” tambahnya.

