SEMARANG, INIKAMPUS – Kementerian Pekerjaan Umum memulai pembangunan Sekolah Rakyat II di sebelas kota/kabupaten se-Jawa Tengah.
Di lahan seluas 5 – 10 hektare per lokasi, Sekolah Rakyat siap menampung 112.320 siswa baru.
Proyek strategis ini bukan sekadar gedung sekolah, melainkan pusat pendidikan terintegrasi yang menjangkau 11 lokasi di Jawa Tengah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengemukakan, kecepatan pembangunan harus beriringan dengan standar kualitas tinggi.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/02).
Ekosistem Pendidikan Masa Depan
Berbeda dari sekolah konvensional, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di atas lahan luas, yakni 5 – 10 hektare.
Konsepnya hunian atau asrama bagi siswa dan guru.
Fasilitas yang tersedia dengan sentuhan digital adalah ruang kelas berbasis teknologi dan pusat pembelajaran digital.
Selain itu, vokasi dan literasi yang berupa laboratorium keterampilan, perpustakaan, dan ruang ekstralkurikuler.
“Untuk aspek kesejahteraan, tersedia asrama, kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, dan ruang terbuka hijau,”ungkap Menteri PU.
Hingga 8 Februari 2026 atau minggu kesebelas, Kabupaten Temanggung tercatat sebagai wilayah dengan progres paling signifikan, yakni 30,05%.
Kehadiran Sekolah Rakyat di 11 titik Jawa Tengah diharapkan mampu memutus rantai ketimpangan akses pendidikan antara perkotaan dan daerah penyangga.
[Abdullah Azam]

