SEMARANG, INIKAMPUS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momen penting bagi siswa baru untuk mengenal sekolah, teman, dan guru
Oya, MPLS 2025 pada jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK berlangsung selama lima hari, mulai Senin (14/7/2025).
Nah, ternyata ada yang baru dalam MPLS bagi murid baru jenjang SMP dan SMA/SMK.
Untuk MPLS 2025 ini akan ada tes literasi dan numerasi.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tidak ada tes literasi dan numerasi saat MPLS.
Mengapa perlu assesment literasi dan numerasi saat MPLS 2025?
Sebab, hasil asesmen nantinya akan menjadi acuan bagi guru untuk merancang pembelajaran.
Selain itu, sekolah dapat memilih, apakah tes akan melalui paper based tes (tes tulis) atau berbasis komputer.
Ketentuan asesmen literasi-numerasi di MPLS SMP, SMA, SMK berdasarkan rangkuman Petunjuk Teknis (Juknis) MPLS Ramah.
Kemendikdasmen Kaji Putusan MK Soal Pendidikan Dasar Gratis di Sekolah Negeri dan Swasta
Pemerintah Siapkan Beasiswa Perguruan Tinggi bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Ketentuan tes literasi dan numerasi
- Pelaksanaan asesmen pada hari ketiga MPLS.
- Durasi mengerjakan asesmen maksimal 60 menit.
- Jumlah soal asesmen bagi murid baru 24 butir, terdiri atas 12 literasi membaca dan 12 literasi.
- Siswa tidak boleh bekerja sama atau memperoleh bantuan pihak lainnya.
- Jenis soal berupa pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks.
- Pengerjaan bisa berbasis kertas atau komputer sesuai dengan kemampuan sekolah.
- Berkas instrumen akan tersedia di laman bit.ly/mplsramahlitnum pada hari Senin, 14 Juli 2025.
- Hasil dari asesmen tidak berupa skor/angka atau peringkat murid. Hasil asesemen bukan untuk untuk menyimpulkan kompetensi literasi membaca dan numerasi murid secara utuh.
- Hasil asesmen merupakan bahan bagi guru melakukan persiapan dan pelaksanaan proses pembelajaran untuk penguatan literasi membaca dan numerasi.
- Hasil asesmen adalah milik sekolah dan tidak perlu disampaikan ke pihak lain termasuk orang tua/wali, sekolah lain, pemerintah daerah, dan Pemerintah Pusat.
- Manfaat asesmen dapat maksimal dan tepat sasaran, jika bersumber dari hasil murni siswa.
- Siswa harus mengisi instrumen secara serius, mandiri, dan tanpa manipulasi seperti mendapatkan latihan dan kunci jawaban.
- Sekolah tidak boleh berkompetisi untuk mendapatkan hasil tertinggi.
- Untuk pendidikan khusus, sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan asesmen dengan kondisi murid.
- Murid dengan hambatan intelektual tidak disarankan mengikuti asesmen ini.

