SEMARANG, INIKAMPUS – Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperkenalkan dongeng Semarangan dalam formula multibahasa, di Toko Buku Gramedia Pedurungan Semarang Jawa Tengah, Sabtu (26/7/2025).
Dalam sajian yang interaktif dan edukatif, kegiatan berawal dengan ice breaking lagu-lagu ceria yang melibatkan anak-anak dan orang tua.
Sebanyak 115 peserta, mulai anak-anak, orang tua, hingga pegiat literasi, mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Tim Pengabdian Unnes dan Komunitas Read Aloud Semarang (RAS).
Tim Unnes terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Tim dosen adalah Rahma Ari Widihastuti, Marliza Arsiyana, dan Karina Hanum Luthfia.
Mahasiswa terdiri atas Katarina Apriliawati Saputri, Padamsuri Kirono Wulan, dan Alifia Oktafiani.
Adapun Komunitas RAS merupakan kelompok literasi yang aktif mengembangkan budaya baca dan dongeng, terutama di Kota Semarang.
Kegiatan bertajuk “Pengayaan Nilai-nilai Konservasi melalui Dongeng Semarangan Multibahasa”.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kembali kekayaan cerita rakyat Semarangan yang penuh nilai konservasi dan kearifan lokal kepada generasi muda melalui pendekatan multibahasa,” ungkap Rahma Ari Widihastuti, ketua tim pengabdian.
Kegiatan ini turut menyajikan cerita berjudul Kera-Kera Gua Kreo, sebuah dongeng lokal yang mengandung pesan pelestarian alam dan budaya.

