SEMARANG, INIKAMPUS – SMPN 22 Semarang memborong sejumlah penghargaan dalam Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani.
Dinas Pertanian Kota Semarang mengadakan kegiatan tersebut di Agro Purwosari, Mijen, Kota Semarang, 10 Agustus 2025.
Dalam acara itu, terselenggara Perkemahan Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani, Pemilihan Duta Petani Cilik dan Remaja Tani, Gelar Pameran Urban Farming, dan Cerdas Tangkas Pertanian.
Selain itu, Gelar Teknologi Tepat Guna SMP/MTs/sederajat, Karya Tulis Bidang Pertanian, dan Fun Outing Urban Farming bagi peserta Jambore.
Ada pula Pelatihan Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot) bagi para guru pendamping, Gerakan Makan Sayur dan Buah Nusantara (Gemas Bun), Gerakan Minum Susu (Gerimis), Gelar Aksi Petani Cilik dan Remaja Tani, dan Bazar Teknologi Pertanian BRIN dan Petani Muda.
Mengusung “Integrated Farming”
Dalam Pameran Urban Farming, SMPN 22 Semarang mengusung tema ”Integrated Farming”.
Konsepnya, integrasi pemanfaatan lahan untuk pertanian sekaligus untuk perikanan dan peternakan.
Konsep itu dipaparkan Dhuha Aulia Nur Khoir dan Adrian hingga menyabet juara I stand pameran kategori SMP.
Bryan Fadhil Caesar tampil sebagai juara I Kategori Duta Remaja Tani Putra Kota Semarang 2025.
Selain itu, Annas Fauziyya Abdullah dan Rifqi Athalla Septiano meraih juara II kategori Tekonologi Tepat Guna.
Keduanya menunjukkan ketangkasan merangkai mesin penetas telur.
Mesin ini merupakan salah satu inovasi Urban Farming untuk menetaskan telur ayam kampung unnggul Balai Penelitian Ternak Bogor (KUB) yang menjadi andalan peternakan SMPN 22 Semarang.
Pada Gelar Aksi Petani Cilik dan Remaja Tani, Agen Remaja Tani SMPN 22 Semarang sebagai penampil terbaik.
“Prestasi ini tidak luput dari kerja sama seluruh warga sekolah,” kata Muslimin, Kepala SMPN 22.

