JAKARTA, INIKAMPUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetap kekurangan anggaran untuk 2026 meski mendapat tambahan dana.
Pada Senin (15/9/2025), Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan hal itu dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR.
“Kami mengusulkan tambahan Rp52,9 triliun, tapi hanya mendapat Rp400 miliar,” ujar Mu’ti, Selasa (16/9/2025 sebagaimana tayangan YouTube ParlemenTV.
Akibatnya, Kemendikdasmen masih memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp52,5 triliun untuk mendanai program prioritas.
Delapan Program Prioritas Belum Terbiayai
Menurut Mu’ti, setidaknya ada delapan program penting belum bisa terlaksana karena keterbatasan dana.
Pertama, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak usia TK belum memperoleh dukungan dana.
Wow, Gaji Awal Guru di Negara Kadipaten Ini Tembus Rp 1,5 Miliar per Tahun
Kedua, penyesuaian besaran PIP untuk SD dan SMP belum dapat terlaksana.
Ketiga, tunjangan profesi untuk guru non-ASN belum mendapatkan alokasi anggaran.
Selanjutnya, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan juga belum bisa dilakukan.
Selain itu, peralatan pendidikan, pelatihan, dan uji kompetensi kebahasaan masih kurang.
Kemudian, program penanganan anak tidak sekolah belum terdanai sama sekali.
Program pelatihan vokasi juga belum mendapat prioritas dalam anggaran tahun depan.
Terakhir, pendidikan khusus dan penjaminan mutu serta karakter.
Mu’ti menjelaskan, total anggaran Kemendikdasmen tahun 2026 hanya naik sedikit.
“Total anggaran kami menjadi Rp55,4 triliun setelah tambahan Rp400 miliar,” jelas Mu’ti.
Menurutnya, angka tersebut hanya 7 persen dari total anggaran pendidikan nasional.

