DEMAK, INIKAMPUS — Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS UNNES) melatih 39 guru Bahasa Jawa SMP di Kabupaten Demak.
Kegiatan itu untuk membekali guru dengan keterampilan macapat, membaca geguritan, dan berpidato untuk membimbing siswa dalam menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026.
Ketua Tim Dr. Widodo, M.Hum. dngan anggota Prof. Dr. Widodo, M.Sn. dan Dr. Ucik Fuadiyah, M.Pd. juga melibatkan melibatkan mahasiswa.
“Pelatihan ini untuk menjawab kebutuhan akan penguatan keterampilan guru yang belum merata dalam membina penampilan siswa,” ungkap Dr. Widodo.
Kegiatan ini, lanjut dia, memadukan pemaparan materi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi.
“Melalui pendekatan tersebut, guru dilatih untuk memberikan contoh sekaligus mengoreksi penggunaan bahasa, teknik vokal, ekspresi, dan penghayatan siswa,” katanya.
Pada pelatihan pidato bahasa Jawa, peserta mempelajari struktur naskah, ketepatan unggah-ungguh basa, serta teknik penyampaian.
Guru kemudian menyusun naskah pidato untuk dikoreksi oleh pelatih sebagai bahan pembinaan lomba.
Pelatihan macapat berfokus pada penguasaan laras sléndro dan pélog, teknik vokal, serta ekspresi tembang.
Peserta mengikuti demonstrasi dan latihan bersama. Mereka juga merekam contoh tembang menggunakan telepon genggam sebagai bahan belajar mandiri dan referensi pendampingan bagi siswa.
Pelatihan Olah Vokal dan Ekspresi
Sementara itu, materi membaca geguritan menekankan pengolahan vokal, ekspresi, dan penghayatan teks.
Melalui demonstrasi tutor, peserta mempelajari cara menyampaikan makna serta suasana puisi Jawa kepada pendengar.
Materi dan bahan latihan yang diperoleh dapat digunakan kembali dalam pembelajaran di sekolah.
Guru diharapkan mampu menyesuaikan strategi pembinaan dengan kemampuan siswa, sekaligus membantu mereka tampil lebih percaya diri.
Tindak lanjut program diarahkan pada pendampingan siswa, praktik di sekolah, simulasi lomba, serta evaluasi penampilan.
Penguatan jejaring guru Bahasa Jawa di Kabupaten Demak juga diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman serta bahan pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, FBS Unnes ingin mendukung kesiapan guru dalam menghadapi FTBI 2026 sekaligus memperkuat pewarisan bahasa dan budaya Jawa,” tandas Widodo.
