SOLO, INIKAMPUS – Dr. Ir. H. Bambang Dwiloka, M.S. resmi memimpin Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta untuk periode 2026–2028.
Ia menegaskan komitmen melanjutkan capaian sebelumnya sekaligus memperkuat mutu pendidikan, kolaborasi, dan profesionalisme tata kelola kampus.
Bambang dilantik menggantikan Ipmawan Muhammad Iqbal dalam upacara pelantikan dan serah terima jabatan di kampus Uniba, Jalan Agus Salim No. 10, Laweyan, Solo, Kamis (8/10/2026).
Dalam sambutannya, Bambang menegaskan pergantian kepemimpinan bukan berarti memulai semuanya dari awal.
Menurut dia, capaian yang sudah baik perlu dilanjutkan, sementara kekurangan harus diperbaiki dan perubahan dilakukan sesuai kebutuhan.
“Kepemimpinan baru tidak berarti memulai semuanya dari nol. Kita melanjutkan yang baik, memperkuat yang lemah, dan melakukan perubahan yang memang diperlukan,” ujarnya.
Bambang menetapkan tiga prioritas kepemimpinannya. Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan akademik, dan lulusan.
Ia ingin lulusan Uniba tidak sekadar membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan integritas.
Kedua, memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, masyarakat, dan perbankan.
Ketiga, membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil.
“Saya tidak datang untuk berjalan sendiri. Saya datang untuk berjalan bersama,” tegasnya.
Meningkatkan Mutu dan Tata Kelola
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Surakarta (Yapertib), Djoko Kristianto, berharap kepemimpinan Bambang mampu meningkatkan mutu dan tata kelola universitas agar semakin dipercaya masyarakat.
Menurut Djoko, perguruan tinggi menghadapi tantangan berupa tuntutan akreditasi, perubahan dunia kerja, dan dinamika karakter mahasiswa.
Karena itu, Uniba perlu terus beradaptasi tanpa meninggalkan identitasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai keislaman, akhlakul karimah, keilmuan, kewirausahaan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Djoko juga menegaskan kemajuan universitas membutuhkan sinergi yayasan, rektorat, dosen, dan mahasiswa.
Yayasan, katanya, akan memberikan dukungan sesuai kewenangannya, sekaligus mendorong tata kelola yang baik dan transparan.
Pergantian rektor ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kerja bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing Uniba Surakarta.daptif, dan berkarakter,” katanya.
