Selain menghadiri malam penghargaan, dua perwakilan tim, Shaquille Zaki Nathandra dan Quina Qaumitaquna Mirxela, berkesempatan merasakan pengalaman tak terlupakan di Sony Pictures Studios.
Mereka mengikuti berbagai program intensif seperti lokakarya bersama para petinggi Sony, diskusi panel inspiratif, hingga tur studio legendaris.
Mereka juga mengikuti pemutaran film pilihan serta sesi tanya jawab langsung dengan para profesional industri.
“Bisa membawa nama Indonesia dan Universitas Indonesia ke panggung dunia melalui film adalah suatu kebanggaan. Terpilih sebagai finalis nonfiksi pertama dari Asia Tenggara di Sony Future Filmmaker Awards menunjukkan bahwa karya anak muda dari Asia Tenggara juga mampu bersaing secara global,” kata Shaquile, seperti dilansir situs resmi UI, ui.ac.id, pada Kamis (19/5/2025).
“Penghargaan ini menjadi pijakan awal untuk karier saya di dunia filmmaking dan kesempatan untuk terhubung dengan para profesional industri film internasional dan saya harap bisa menginspirasi lebih banyak filmmaker muda dari Indonesia,” lanjutnya.
Dekan FTUI, Prof Kemas Ridwan Kurniawan ST MSc PhD menyampaikan, keberhasilan para mahasiswa tersebut membuktikan bahwa karya anak muda Indonesia mampu bersaing dan menyuarakan hal-hal yang bermakna di tingkat dunia.
“Semoga ini menjadi awal dari perjalanan untuk terus berkarya dan bercerita, terutama mengangkat kisah-kisah lokal yang sering kali luput dari sorotan,” kata Kemas.
“Saya juga berharap, melalui eksposur dari acara ini bahwa perjuangan masyarakat adat seperti Suku Iban bukan hanya tentang mempertahankan tradisi. Lebih dari itu, ini juga tentang mempertahankan hak atas tanah, identitas, dan masa depan mereka,” tambahnya.
Mahasiswa Hindu Wisuda di Kampus Muhammadiyah, Nyoman Sampaikan Rasa Haru dan Bangga


2 Komentar
Pingback: Empat Film Animasi Mahasiswa Udinus Lolos Kurasi Craft Animfest 2025, Catat Jadwal Pemutarannya - iniKampus
Pingback: Tahniah! Mahasiswi Unugiri Juara I Desainer Muda - iniKampus