KELANTAN, MALAYSIA, INIKAMPUS – Program Majlis Peluncuran Kampung Angkat Madani & Kembara Muzium: Muzium @Komuniti berlangsung semarak di Kampung Jerek, Gua Musang, Kelantan, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).
Jabatan Muzium Malaysia (JMM) menyelenggarakan program tersebut untuk mendekatkan permuseuman dengan masyarakat.
Dari Kelantan, Malaysia, mahasiswa Pndidikan Bahasa Jawa FBS Unnes Navita Dyah Saputri melaporkan, Datuk Kamarul Baharin bin A. Kasim, Ketua Pengarah JMM, meresmikan program tersebut.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.30 hingga tengah malam dan melibatkan masyarakat Kampung Jerek dari berbagai usia.
Selain itu, tujuh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti kegiatan melalui program Outbound Student Mobility.
Mereka adalah Navita Dyah Saputri, Krisna Davinda Ikhsa, dan Haikal Erlangga Dharmaputra (Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa).
Selin itu, Muhammad Rijalul Azka Arifin, Novellia Eka Wahyuning Putri, Nofiani Retno Ulinuha, dan Dina Yuliana Sari (Pendidikan Seni Rupa).
Dekatkan Museum dengan Masyarakat
JMM menggelar program tersebut untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kampung sekaligus mengenalkan dunia permuseuman.
“Kami ingin memperkenalkan permuseuman, tentang adanya kurator, pembantu curator; menyelidik bahan artefak lalu memamerkannya kepada masyarakat,” ungkap Datuk Kamarul Baharin bin A. Kasim.
Melalui program itu, JMM mengenalkan proses penelitian dan pemeliharaan artefak kepada masyarakat.
Panitia mengawali rangkaian kegiatan dengan jalan sehat dan kemudian menggelar berbagai perlombaan rakyat.
Warga mengikuti lomba busana tradisional, sepakan penalti, netball shootout, dan membungkus ketupat palas.
Selain itu, warga mengikuti kegiatan STEM, melukis, mewarnai, bidah, tarik tambang, serta kelas membuat layangan.
Warga juga memasarkan produk makanan rumahan melalui sejumlah tenant UMKM.
Panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan menghadirkan pameran keris serta jepak puyuh.
Pengalaman Lintas Budaya
Tujuh mahasiswa UNNES mengikuti kegiatan tersebut untuk memperkaya pengalaman pembelajaran lintas budaya.
Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengenal kebudayaan setempat melalui berbagai aktivitas.
Pada malam hari, panitia menggelar pertunjukan wayang kulit Kelantan dan kemudian menampilkan dikir barat.
Dikir barat memadukan nyanyian berbalas dengan gerakan secara serentak sebagai salah satu kesenian tradisional Kelantan.
Panitia mengakhiri seluruh rangkaian acara dengan pengumuman doorprize. [Navita Dyah Saputri]
