SEMARANG, INIKAMPUS – Program Studi S3 Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) mencatat 104 mahasiswa aktif per 10 Agustus 2026.
Koordinator S3 Pendidikan Seni Unnes Prof. Dr. Syakir, M.Sn. menyampaikan data tersebut dalam kegiatan koordinasi awal tahun akademik.
Kegiatan itu berlangsung dalam Silaturahim dan Koordinasi Awal Tahun Akademik Program Magister dan Doktor Pendidikan Seni Unnes, Senin (10/8/2026).
Menurut Syakir, program studi tersebut terus menunjukkan perkembangan sejak berdiri pada 2012.
“Sejak berdiri 2012 hingga 2026, S3 Pendidikan Seni telah meluluskan 127 doktor,” ujar Syakir.
Selain itu, S3 Pendidikan Seni Unnes kini menerima 17 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
Sebanyak 17 mahasiswa tersebut bergabung dalam dua rombongan belajar pada program doktor tersebut.
Miliki Keunggulan Kompetitif
Syakir menjelaskan, S3 Pendidikan Seni Unnes memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan program studi sejenis.
Pertama, S3 Pendidikan Seni Unnes menjadi salah satu program doktor pendidikan seni di Indonesia.
Selain itu, program tersebut memiliki jumlah mahasiswa terbanyak dibandingkan program dengan nomenklatur serupa di Indonesia.
Syakir menyebut beberapa program sejenis, antara lain UPI Bandung, Unesa, UNM, dan UNY.
“Jumlah mahasiswa kami terbilang terbanyak di antara program studi dengan nomenklatur yang sama di Indonesia,” katanya.
Selanjutnya, mahasiswa dan lulusan S3 Pendidikan Seni Unnes berasal dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi.
Kondisi tersebut menunjukkan jangkauan program studi yang relatif merata di berbagai wilayah Indonesia.
Dosen Berkompeten
Di sisi lain, S3 Pendidikan Seni Unnes memiliki dukungan tenaga pengajar dan pembimbing dalam jumlah memadai.
Program tersebut melibatkan banyak dosen bergelar doktor dan guru besar yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya.
Menurut Syakir, dukungan sumber daya manusia tersebut menjadi salah satu kekuatan utama program studi.
Selain sumber daya manusia, program studi juga memiliki keunggulan dari aspek akreditasi.
“S3 Pendidikan Seni Unnes memiliki akreditasi Unggul,” kata Syakir.
Pada tingkat institusi, Universitas Negeri Semarang juga menyandang status akreditasi Unggul.
Karena itu, berbagai keunggulan tersebut memperkuat posisi S3 Pendidikan Seni Unnes dalam pendidikan doktoral bidang seni.
Lebih dari 20 Dosen
Silaturahim dan koordinasi awal tahun akademik tersebut juga mempertemukan dosen dari program magister dan doktor.
Koordinator S2 Pendidikan Seni Fakultas Bahasa, Seni, dan Desain (FBS) Unnes Dr. Eko Sugiarto, M.Pd. memandu kegiatan tersebut.
Lebih dari 20 dosen pengajar dan pembimbing dari kedua program studi mengikuti kegiatan itu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi akademik pada awal tahun akademik 2026.
Selain itu, forum tersebut mendorong sinergi antara pengelola program studi, pengajar, dan pembimbing.

