Close Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Agenda
  • Opini
  • Riset
  • Prestasi
  • Beasiswa
  • Profil
  • Insiprasi
  • iniKids
What's Hot

Potret Lanskap Bahasa Jawa di Perkotaan, Dosen Unnes Kerja Sama Riset Monash University

20 Agustus 2026

Mahasiswa UIN Gus Dur Juarai Festival Pemuda Pekalongan 2026 lewat Inovasi Startup Teknologi

20 Agustus 2026

Tujuh Mahasiswa FBS UNNES Ikuti Program Muzium @Komuniti di Malaysia

19 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Beranda | Tentang Kami |  Redaksi |  Pedoman Media Siber |  Kebijakan Privasi  | Iklan dan Kerja Sama |  Layanan | Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram
iniKampusiniKampus
  • Beranda
  • Berita
  • Agenda
  • Opini
  • Riset
  • Prestasi
  • Beasiswa
  • Profil
  • Insiprasi
  • iniKids
Donasi
iniKampusiniKampus
Beranda » Potret Lanskap Bahasa Jawa di Perkotaan, Dosen Unnes Kerja Sama Riset Monash University
Berita

Potret Lanskap Bahasa Jawa di Perkotaan, Dosen Unnes Kerja Sama Riset Monash University

Aksa Atyasa Kesawa BumiBy Aksa Atyasa Kesawa Bumi20 Agustus 2026Updated:20 Agustus 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Email LinkedIn Pinterest Copy Link
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link LinkedIn Pinterest

SEMARANG, INIKAMPUS – Bahasa Jawa telah mengalami transformasi karena pengaruh budaya global dan teknologi.

Meski di Indonesia dituturkan oleh lebih dari 80 juta orang, regenerasi bahasa Jawa tergolong mengkhawatirkan.

Diperlukan upaya yang lebih sistematis untuk bisa mempertahankan sekaligus mengembangkan bahasa Jawa agar selalu relevan bagi generasi muda.

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dhoni Zustiyantoro, mengatakan lanskap bahasa Jawa telah mengalami transformasi besar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Ia menyebut perubahan lanskap tersebut terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi, transmisinya di dalam keluarga, dan penggunaannya di ruang publik.

“Tantangannya kini adalah membuat bahasa Jawa tetap relevan dan menjadi identitas sosial bagi masyarakat penuturnya,” ujar Dhoni, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Dhoni, “bahasa Jawa gado-gado” atau penggunaan bahasa Jawa yang bercampur dengan bahasa Indonesia pada masa sekarang tidak terhindarkan lagi.

Di wilayah urban, terutama perkotaan seperti Semarang, justru dengan cara itulah bahasa Jawa berkembang dan menyatu dengan situasi sosial yang beragam.

“Dalam konteks ini, mesti dipahami bahwa penutur bahasa campur-campur tidak berniat untuk merusak pakem kebahasaan, tapi menunjukkan, justru bahasa Jawa menjadi hidup. Ada upaya nyata masyarakat penuturnya untuk mempertahankan bahasa Jawa dengan terus menggunakannya, meski jika dicermati kurang sesuai dengan aturan kebahasaan yang kompleks,” kata dosen Program Studi Sastra Jawa Unnes itu.

Kekhasan Bahasa di Semarang

Berdasarkan penelitiannya bersama dosen dari Monash University di Australia, Yacinta Kurniasih, bahasa Jawa di Semarang memiliki kekhasan. Sebab, sebagai kota perdagangan, Semarang telah menjadi tempat persinggungan yang intens dengan para pendatang.

Kekhasan tersebut antara lain adanya penutur yang menggunakan bahasa Jawa krama untuk dirinya sendiri, dialek khas semarangan, hingga dukungan dari media massa lokal dan berbagai komunitas yang mengembangkan pelatihan untuk warga.

Yacinta menuturkan, diaspora Jawa di Australia melakukan kegiatan yang beragam agar selalu terkoneksi dengan kebudayaannya di Tanah Air. Mereka membentuk kelompok kesenian, menggelar pelatihan tentang musik Indonesia seperti gamelan dan angklung, hingga kuliner dan kegiatan di perayaan hari besar nasional Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, bahasa mesti dipahami secara lebih luas.

“Tidak hanya bahasa sebagai komunikasi sehari-hari, tapi juga dalam bentuknya sebagai produk kebudayaan,” tandas Yacinta.(*)

bahasa jawa Monash University unnes
Share. Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Email Threads Copy Link

Konten Terkait

Mahasiswa UIN Gus Dur Juarai Festival Pemuda Pekalongan 2026 lewat Inovasi Startup Teknologi

20 Agustus 2026

Tujuh Mahasiswa FBS UNNES Ikuti Program Muzium @Komuniti di Malaysia

19 Agustus 2026

Pemerintah Alokasikan Rp820,9 Triliun untuk Pendidikan 2027

15 Agustus 2026

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa UNNES Teliti Kritik Sosial dalam Wayang Animasi

14 Agustus 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Konten Terbaru

Potret Lanskap Bahasa Jawa di Perkotaan, Dosen Unnes Kerja Sama Riset Monash University

20 Agustus 2026

Mahasiswa UIN Gus Dur Juarai Festival Pemuda Pekalongan 2026 lewat Inovasi Startup Teknologi

20 Agustus 2026

Tujuh Mahasiswa FBS UNNES Ikuti Program Muzium @Komuniti di Malaysia

19 Agustus 2026

Pemerintah Alokasikan Rp820,9 Triliun untuk Pendidikan 2027

15 Agustus 2026

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa UNNES Teliti Kritik Sosial dalam Wayang Animasi

14 Agustus 2026

Langganan Informasi Terbaru

Dapatkan berita pendidikan terbaru dari Inikampus seputar pendidikan, beasiswa, dll

IniKampus adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini seputar dunia pendidikan tinggi di Indonesia dan mancanegara. Kami hadir untuk menjadi referensi terpercaya bagi mahasiswa, dosen, akademisi, serta masyarakat umum yang peduli terhadap perkembangan sektor pendidikan.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube

Potret Lanskap Bahasa Jawa di Perkotaan, Dosen Unnes Kerja Sama Riset Monash University

20 Agustus 2026

Mahasiswa UIN Gus Dur Juarai Festival Pemuda Pekalongan 2026 lewat Inovasi Startup Teknologi

20 Agustus 2026

Tujuh Mahasiswa FBS UNNES Ikuti Program Muzium @Komuniti di Malaysia

19 Agustus 2026

Langganan Informasi Terbaru

Dapatkan berita pendidikan terbaru dari Inikampus seputar pendidikan, beasiswa, dll

© 2026 IniKampus. Designed by Inikampus.
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Panduan Kolumnis
  • Kebijakan Privasi
  • Iklan
  • Layanan
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.