Close Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Agenda
  • Opini
  • Riset
  • Prestasi
  • Beasiswa
  • Profil
  • Insiprasi
  • iniKids
What's Hot

Bahasa Indonesia: Dari Ruang Kuliah ke Panggung Dunia

6 Oktober 2026

Saat AI Makin Pandai Menulis, Apa Perlunya Mata Kuliah Bahasa Indonesia?

1 Oktober 2026

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Beranda | Tentang Kami |  Redaksi |  Pedoman Media Siber |  Kebijakan Privasi  | Iklan dan Kerja Sama |  Layanan | Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram
iniKampusiniKampus
  • Beranda
  • Berita
  • Agenda
  • Opini
  • Riset
  • Prestasi
  • Beasiswa
  • Profil
  • Insiprasi
  • iniKids
Donasi
iniKampusiniKampus
Beranda » FK UNDIP Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas Penyakit Gaya Hidup
Berita

FK UNDIP Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas Penyakit Gaya Hidup

Aksa Atyasa Kesawa BumiBy Aksa Atyasa Kesawa Bumi28 Maret 2026Updated:28 Maret 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Email LinkedIn Pinterest Copy Link
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link LinkedIn Pinterest

SEMARANG, INIKAMPUS – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menggelar kuliah tamu internasional secara hybrid.

Kegiatan berlangsung di Smart Class Gedung Mayjen dr. R. Soewondo Sastrodiprojo dengan tema “Public Health Foundations: Families, System, and Society”.

Selain itu, fakultas menghadirkan pakar dari Jepang untuk membahas pergeseran epidemiologi global.

Mereka menyoroti peningkatan penyakit tidak menular di berbagai negara.

Karena itu, kegiatan ini mendorong perubahan pendekatan medis yang lebih komprehensif.

Adaptasi Mahasiswa Kedokteran

Ketua Program Studi Kedokteran, dr. Santoso, menegaskan pentingnya adaptasi mahasiswa terhadap perubahan tren kesehatan.

Ia menyebut mahasiswa harus memahami pendekatan berbasis komunitas.

“Kami mendatangkan ahli dari Jepang untuk berbagi pengalaman tentang family medicine dan lifestyle diseases,” ujar dr. Santoso.

Selain itu, ia menambahkan, mahasiswa harus memahami pendekatan patient-centered, family-centered, hingga community-centered.”

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengandalkan pendekatan klinis sederhana.

Mereka juga perlu memahami faktor sosial dalam pelayanan kesehatan.

Perspektif Global dari Pakar Jepang

Selanjutnya, empat pakar memaparkan materi dari berbagai sudut pandang.

Daisuke Son menjelaskan pendekatan humanistik dalam kesehatan publik. Ia mengaitkan peran keluarga dengan kondisi masyarakat luas.

Kemudian, Shiron Tanoue membahas kebijakan Jepang dalam meningkatkan harapan hidup. Ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sehat.

Sementara itu, Chihaya Koriyama mengulas sistem kesehatan Jepang dan tantangan masa depan. Ia menyoroti kebutuhan inovasi dalam pelayanan publik.

Di sisi lain, Ani Margawati membahas masalah nutrisi di Indonesia. Ia mengaitkan faktor budaya dengan pola konsumsi masyarakat.

Kolaborasi dan Program Internasional

Ketua panitia, dr. Ari Budi Himawan, menjelaskan tujuan kegiatan ini. Ia menyebut kuliah tamu menjadi bagian dari program internasional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari 3rd Series of Summer Course,” jelas dr. Ari.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengajak mahasiswa asing melihat praktik kedokteran komunitas secara langsung.

Selain mempererat kerja sama, program ini membuka peluang pertukaran pengetahuan. Mahasiswa pun dapat belajar dari praktik lintas negara.

Harapan Pengembangan Akademik

Akhirnya, panitia menggelar diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Peserta aktif bertukar gagasan dengan para narasumber.

Dengan kegiatan ini, fakultas berharap mahasiswa memperluas wawasan akademik. Selain itu, institusi ingin memperkuat posisi di tingkat internasional.

Secara keseluruhan, kuliah tamu ini menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan berbasis komunitas. Pendekatan tersebut dinilai relevan menghadapi tantangan penyakit gaya hidup modern.

Jepang kedokteran Kedokteran Undip penyakit gaya hidup undip
Share. Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Email Threads Copy Link

Konten Terkait

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia

23 September 2026

Bedah Website Unimus, Sucipto: Tidak Kekurangan Bahan tapi ….

21 September 2026

Dari Beijing, CoSpice UNNES Kawal Standar Keamanan Pangan Kopi dan Rempah Indonesia

17 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Konten Terbaru

Bahasa Indonesia: Dari Ruang Kuliah ke Panggung Dunia

6 Oktober 2026

Saat AI Makin Pandai Menulis, Apa Perlunya Mata Kuliah Bahasa Indonesia?

1 Oktober 2026

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia

23 September 2026

Bedah Website Unimus, Sucipto: Tidak Kekurangan Bahan tapi ….

21 September 2026

Langganan Informasi Terbaru

Dapatkan berita pendidikan terbaru dari Inikampus seputar pendidikan, beasiswa, dll

IniKampus adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini seputar dunia pendidikan tinggi di Indonesia dan mancanegara. Kami hadir untuk menjadi referensi terpercaya bagi mahasiswa, dosen, akademisi, serta masyarakat umum yang peduli terhadap perkembangan sektor pendidikan.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube

Bahasa Indonesia: Dari Ruang Kuliah ke Panggung Dunia

6 Oktober 2026

Saat AI Makin Pandai Menulis, Apa Perlunya Mata Kuliah Bahasa Indonesia?

1 Oktober 2026

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Langganan Informasi Terbaru

Dapatkan berita pendidikan terbaru dari Inikampus seputar pendidikan, beasiswa, dll

© 2026 IniKampus. Designed by Inikampus.
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Panduan Kolumnis
  • Kebijakan Privasi
  • Iklan
  • Layanan
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.