SEMARANG, INIKAMPUS – Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menggelar kuliah tamu internasional secara hybrid.
Kegiatan berlangsung di Smart Class Gedung Mayjen dr. R. Soewondo Sastrodiprojo dengan tema “Public Health Foundations: Families, System, and Society”.
Selain itu, fakultas menghadirkan pakar dari Jepang untuk membahas pergeseran epidemiologi global.
Mereka menyoroti peningkatan penyakit tidak menular di berbagai negara.
Karena itu, kegiatan ini mendorong perubahan pendekatan medis yang lebih komprehensif.
Adaptasi Mahasiswa Kedokteran
Ketua Program Studi Kedokteran, dr. Santoso, menegaskan pentingnya adaptasi mahasiswa terhadap perubahan tren kesehatan.
Ia menyebut mahasiswa harus memahami pendekatan berbasis komunitas.
“Kami mendatangkan ahli dari Jepang untuk berbagi pengalaman tentang family medicine dan lifestyle diseases,” ujar dr. Santoso.
Selain itu, ia menambahkan, mahasiswa harus memahami pendekatan patient-centered, family-centered, hingga community-centered.”
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengandalkan pendekatan klinis sederhana.
Mereka juga perlu memahami faktor sosial dalam pelayanan kesehatan.
Perspektif Global dari Pakar Jepang
Selanjutnya, empat pakar memaparkan materi dari berbagai sudut pandang.
Daisuke Son menjelaskan pendekatan humanistik dalam kesehatan publik. Ia mengaitkan peran keluarga dengan kondisi masyarakat luas.
Kemudian, Shiron Tanoue membahas kebijakan Jepang dalam meningkatkan harapan hidup. Ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sehat.
Sementara itu, Chihaya Koriyama mengulas sistem kesehatan Jepang dan tantangan masa depan. Ia menyoroti kebutuhan inovasi dalam pelayanan publik.
Di sisi lain, Ani Margawati membahas masalah nutrisi di Indonesia. Ia mengaitkan faktor budaya dengan pola konsumsi masyarakat.
Kolaborasi dan Program Internasional
Ketua panitia, dr. Ari Budi Himawan, menjelaskan tujuan kegiatan ini. Ia menyebut kuliah tamu menjadi bagian dari program internasional.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari 3rd Series of Summer Course,” jelas dr. Ari.
Ia menambahkan, pihaknya juga mengajak mahasiswa asing melihat praktik kedokteran komunitas secara langsung.
Selain mempererat kerja sama, program ini membuka peluang pertukaran pengetahuan. Mahasiswa pun dapat belajar dari praktik lintas negara.
Harapan Pengembangan Akademik
Akhirnya, panitia menggelar diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Peserta aktif bertukar gagasan dengan para narasumber.
Dengan kegiatan ini, fakultas berharap mahasiswa memperluas wawasan akademik. Selain itu, institusi ingin memperkuat posisi di tingkat internasional.
Secara keseluruhan, kuliah tamu ini menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan berbasis komunitas. Pendekatan tersebut dinilai relevan menghadapi tantangan penyakit gaya hidup modern.
