Sebelumnya, pada tahun 2015 ia menyelesaikan studi pada Magister Pendidikan Bahasa Inggris di universitas berwawasan konservasi itu.
“Ini keuntungan, karena saya telah mengenal sebagian besar dosen pengampu di S3 sehingga bisa dengan mudah melakukan penyesuaian,” katanya.
Perjuangan dosen dengan jabatan akademik Lektor ini pun membuahkan hasil yang pantas membuatnya tersenyum lega.
Memasuki 2025, artikelnya Effects of utilizing self-regulated learning-based instruction on EFL students’ academic writing skills: a mixed-method investigation terbit pada Asian Pacific Journal of Second and Foreign Language Education yang merupakan jurnal internasional terindeks Scopus Q1.
Tanggal 26 Juni 2025 lalu, dia berhasil mempertahankan disertasi The Effect of Self-Regulated Learning-Based Instruction on Academic Writing Skills among Students with Diverse Self-Efficiacy Levels di hadapan dewan penguji.
Dengan masa studi tiga tahun sepuluh bulan dan IPK 4,0, Candradewi pun meraih predikat sangat memuaskan.
Dr. Candradewi juga telah menerbitkan dua buku, Self-Regulated Learning in Writing dan Student’s Book: Demystifying Essay Writing Through Self-Regulated Learning-Based Instruction.
Dia juga memiliki tiga hak atas atas kekayaan intelektual (HaKI) atas karya-kayanya, terutama di bidang pengajaran bahasa Inggris.
Selain memublikasi, Candradewi adalah sosok pendidik yang selalu ingin meningkatkan kualifikasi akademik.
“Peningkatan kualifikasi dosen merupakan faktor penting untuk berkontribusi dalam peningkatan kompetensi peserta didik,” tandasnya.

