SEMARANG, INIIKAMPUS – Maulida Laily Kusuma Wati berhasil meraih gelar doktor dari S3 Ilmu Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Semarang (Unnes).
dia mempertahankan disertasi “Strategi Masyarakat Agraris dalam Melestarikan Ideologi Agraris, Budaya Agraris dan Wujud Simbolisme Budaya: Studi pada Kumpulan Buku Puisi Ibu Menanak Nasi hingga Matang Usia Kami, Alarm Sunyi, Api Sunyi, dan Ayat Sunyi Karya Emi Suy”, Jumat (13/02/2026),
Promotor dalam penulisan disertasi Prof. Dr. RM. Teguh Supriyanto, M.Hum.
Kopromotor Dr. Mukh Doyin, M.Si. dan anggota promotor Dr. Rahayu Pristiwati, M.Pd.
Penguji I Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, M.Hum. (UNY), sedangkan penguji II Dr. Sucipto Hadi Purnomo, M.Pd.
Dalam sidang terbuka di FBS Unnes itu, Ketua Dewan Penguji Mohammad Yusuf Ahmad Hasyim, Lc., M.A., Ph.D. bersama Sekretaris Widhiyanto, M.Pd., PhD. menyatakan promovenda lulus cumlaude (dengan pujian).
Pelestarian Ideologi Agraris
Dalam disertasinya, Maulida bertujuan menganalisis ideologi dan budaya agraris, serta wujud simbolisme budaya yang diekspresikan dalam sejumlah kumpulan puisi Emi Suy.
Selain itu, dia menganalisis strategi masyarakat agraris dalam mempertahankan dan melestarikan ideologi agraris.
“Ideologi agraris dalam karya-karya Emi Suy menekankan nilai-nilai kolektivitas, gotong royong, dan kerja sama sebagai inti kehidupan sosial masyarakat,” ungkapnya.
Budaya agraris dalam kumpulan puisi tersebut, lanjut dia, menggambarkan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam serta praktik gotong royong yang menjadi landasan tatanan sosial masyarakat agraris.
“Simbolisme budaya dalam puisi Emi Suy tampak melalui penggunaan elemen-elemen fisik maupun simbolik yang merepresentasikan kehidupan sehari-hari masyarakat agraris,” tandas perempuan asal Kudus ini.

