Ermi Dyah Kurnia meraih gelar doktor linguistik dari Program Studi Ilmu-ilmu Humaniora Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Senin 7 Juli 2025.
Dosen Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang ini menulis disertasi “Metafora Wanita dalam Bahasa Jawa”.
Bertindak sebagai promotor dalam penulisan disertasi, Prof. Dr. Suhandano, M.A. dan kopromotor Prof. Dr Hendrokusumoro, M.Hum.
Adapun tim penilai disertasi Prof. Dr. Hari Bakti Martikantoro, M. Hum., Dr. Daruwinarti, M.Hum., dan Dr. Aris Munandar, M.Hum.
Dalam disertasinya, Ermi membahas metafora wanita dalam bahasa Jawa yang berkaitan dengan budaya masyarakat Jawa.
“Jenis metafora, berdasarkan tradisi linguistik Jawa, berupa panyandra, pepindhan, paribasan, dan bebasan,” katanya.
Selain itu, dia mengungkapkan cara pandang masyarakat Jawa berupa cara pandang secara fisik dan nonfisik.
“Cara pandang fisik memperlihatkan bahwa masyarakat Jawa memandang ada unsur-unsur tertentu yang membuat fisik wanita itu cantik atau indah, sedangkan cara pandang kedua adalah memandang keindahan fisik melalui berbagai perspektif,” paparnya.
Aspek nonfisik, lanjut Ermi, terdiri atas aspek wanita sebagai makhluk individu dan aspek wanita sebagai makhluk sosial budaya.
“Aspek wanita sebagai makhluk individu meliputi status wanita dan kepribadian wanita,” katanya.
Adapun aspek wanita sebagai makhluk sosial budaya, katanya lebih lanjut, meliputi kedudukan wanita inferior daripada laki-laki dan kedudukan wanita superior daripada laki-laki.

