Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan dalam mencetak SDM industri.
Penerimaan mahasiswa baru lewat program JARVIS, yakni JARVIS Prestasi, JARVIS Bersama, dan JARVIS Mandiri.
JARVIS Prestasi menilai rapor, JARVIS Bersama menggelar tes nasional, dan JARVIS Mandiri dikelola oleh satuan pendidikan.
Relevan dengan Kebutuhan Industri
Kepala BPSDMI Masrokhan menyebut minat tinggi ini menunjukkan pendidikan vokasi semakin relevan.
“Pembelajaran praktik selama 12 bulan di industri jadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa,” ujarnya.
Adapun Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi, Wulan Aprilianti, menyebut Kemenperin aktif memperbarui kurikulum.
“Kami sesuaikan materi dengan digitalisasi manufaktur, otomasi, hingga energi hijau,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan sektor industri melalui pendekatan link and match.
“Setiap mahasiswa wajib mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja,” tambah Wulan.

