SEMARANG, INIKAMPUS – Acara “Unnes Menari 2026” berlangsung meriah sejak pagi hingga dini di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, 30 April – 1 Mei 2026.
Kegiatan melibatkan sekurang-kurangnya 280 orang sebagai penampil.
Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari FBS Unnes, alumni, dan komunitas seni lainnya.
Mengusung tema “Gema Tari Kerakyatan: Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri”, kegiatan menjadi tontonan bagi ribuan mahasiswa dan warga masyarakat.
Program Studi Pendidikan Seni Tari FBS Unnes menyelenggarakan pergelaran itu sebagai peringatan Hari Tari Dunia.
Unnes Menari 2026 merupakan agenda tahunan Unnes.
Koordinator Prodi Studi Pendidikan Seni Tari, Dr. Eny Kusumastuti, M. megungkapkan, acara sebagai bentuk penghargaan terhadap seni tari sekaligus ruang apresiasi.
“Lewat kegiatan ini, tari tidak hanya sebagai pertunjukan estetis, tetapi juga sebagai media pendidikan budaya, penguatan identitas, dan sarana konservasi,” katanya.
Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. S Martono, M.Si menyatakan dukungannya terhadap “Unnes Menari”.
“Ini ruang penting untuk menunjukkan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam merawat kebudayaan,” kata Rektor.
Lewat kegiatan ini, katanya, Unnes menegaskan komitmennya sebagai kampus konservasi yang menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan budaya bangsa.
Rangkaian UNNES Menari 2026 diawali dengan flashmob Rampak Beksa yang diikuti Rektor, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta siswa-siswi dari sekolah sekitar.
Sempat jeda karena hujan, acara berlangsung hingga dini hari.

