SEMARANG, INIKAMPUS – Dunia olahraga Indonesia berduka. Prof. Dr. Rumini, S.Pd., M.Pd., berpulang pada Kamis (10/9/2026) malam.
Rumini merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Setahun sebelumnya, Unnes mengukuhkan Rumini sebagai profesor bidang Pendidikan Kepelatihan Atletik.
Pengukuhan tersebut berlangsung pada 2 Oktober 2025 di Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.
Rumini tidak hanya berkiprah sebagai akademisi. Ia juga mencatat sejarah panjang sebagai atlet atletik nasional.
Lahir di Pati pada 23 Februari 1970, Rumini mulai menekuni atletik sejak usia belia.
Sejak 1985, ia menjalani karier sebagai atlet hingga mengakhirinya pada 2000.
Selama kariernya, Rumini lima kali memperkuat Indonesia dalam ajang SEA Games.
Dari lima penampilannya, ia menyumbangkan dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Legenda Saptalomba Indonesia
Prestasi Rumini semakin menonjol ketika ia mencatat rekor saptalomba pada SEA Games.
Ia mencatat rekor tersebut pada SEA Games Singapura 1993 dan Thailand 1997.
Selain itu, Rumini memegang rekor nasional saptalomba selama hampir tiga dekade.
Ia mempertahankan rekor tersebut sejak 1989 hingga 2018.
Rumini juga mencatat rekor nasional lompat tinggi pada periode 1993 hingga 1997.
Di tingkat nasional, ia memperkuat Jawa Tengah dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia meraih medali emas PON pada 1990, 1995, dan 2000.
Catatan tersebut menempatkan Rumini sebagai salah satu atlet perempuan tersukses Indonesia.
Dari Arena Atletik ke Dunia Akademik
Setelah menorehkan prestasi di arena, Rumini melanjutkan pengabdiannya melalui dunia pendidikan.
Ia menempuh seluruh pendidikan sarjana hingga doktoral di Unnes dengan bidang pendidikan olahraga.
Rumini menyelesaikan pendidikan S1 pada 1995, kemudian meraih gelar S2 pada 2001.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan doktoral pada 2013 dengan konsentrasi pendidikan olahraga.
Rumini juga memperluas wawasan kepelatihannya melalui pengalaman akademik di luar negeri.
Pada 2021–2022, ia mengikuti Course Coaching Athletics di Universitas Mainz, Jerman.
Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya tentang kepelatihan atletik modern.
Selanjutnya, ia menerapkan pengetahuan tersebut dalam pembinaan atlet dan pengajaran di perguruan tinggi.
Unnes mengukuhkan Rumini sebagai profesor pada 2 Oktober 2025.
Pengukuhan itu menegaskan perjalanan panjangnya dari arena atletik menuju dunia akademik.
Jenazah Prof Rumini akan dimakamkan di Pemakaman Wotgaleh, Kelurahan Sampangan, Kota Semarang.
Keluarga akan melaksanakan pemakaman pada Jumat (11/9/2026) pukul 13.30.
Selamat jalan, Prof. Rumini. Jejak prestasi dan pengabdianmu akan terus menginspirasi dunia olahraga Indonesia.
