WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo meluncurkan Program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD) bagi 1.488 warga dewasa setara pendidikan SMA.
Peluncuran berlangsung di Pendopo Bupati Wonosobo, Sabtu (25/10/2025), oleh Bupati Afif Nurhidayat.
Afif menyatakan program ini menjadi terobosan pendidikan daring pertama di Wonosobo.
“Program ini wujud komitmen kita memastikan setiap warga memperoleh hak pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Afif, Senin (27/10/2025).
Menurut Afif, peningkatan kualitas manusia menjadi kunci pengentasan kemiskinan.
Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa untuk Guru Belum Sarjana Mulai 2026
Ini Daftar Sarjana Ilmu Murni yang Bisa Mendaftar PPG Calon Guru
Ia menegaskan, pembangunan harus dimulai dari pendidikan, bukan sekadar infrastruktur.
“Pendidikan adalah jembatan dari keterbatasan menuju kemandirian. Dengan meningkatnya lama sekolah, kita memperkuat pondasi kemajuan Wonosobo,” katanya.
Usia 25 Tahun ke Atas
Program SOOD menyasar warga berusia 25 tahun ke atas yang belum menamatkan pendidikan setara SMA.
Sistem pembelajaran sepenuhnya daring, memungkinkan peserta belajar fleksibel tanpa meninggalkan pekerjaan.
Materi tersedia dalam bentuk video pembelajaran, modul interaktif, dan latihan soal online.
Selanjutnya, Afif mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah mendukung program ini.
“Dengan dukungan semua pihak, kita wujudkan Wonosobo sebagai kabupaten cerdas digital dan berdaya saing,” tutupnya.
Layanan Pendidikan Kesetaraan
Kepala Disdikpora Wonosobo, Musofa, menyebut SOOD sebagai bentuk layanan pendidikan kesetaraan Paket C berbasis digital.
“SOOD ini bagi penduduk usia 25 tahun ke atas yang belum memiliki ijazah SLTA, tetapi sudah lulus SMP atau MTs,” jelas Musofa.
Ia mengatakan, peserta akan memperoleh pendampingan tutor dan pertemuan daring bulanan.
“Kami menyediakan sesi pendampingan berkala dan pertemuan daring sebulan sekali untuk memberi inspirasi dari narasumber,” katanya.
Data BPS menunjukkan kelompok usia produktif masih menjadi tantangan utama dalam peningkatan rata-rata lama sekolah di Wonosobo, yang baru 6,9 tahun.
Hingga kini, 1.488 peserta telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di hampir seluruh kecamatan.

