SEMARANG, INIKAMPUS – Bagaimana pembelajaran bermakna bisa terselenggara dengan memanfaatkan artificial intelligence secara efektif?
Sejumlah dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung permasalahan tersebut di SMAN 12 Semarang.
“Dengan menggunakan metode yang mengombinasikan guru-siswa-pelajaran-teknologi, kecerdasan buatan AI menjadi rekan kerja yang adaptif untuk membantu guru membuat materi, soal dan asesmen pembelajaran. Selain itu, memberikan umpan balik bagi siswa,” ungkap Widhiyanto M.Pd., Ph.D., ketua tim pengabdian.
Menurut Koordinator S3 Ilmu Pendidikan Bahasa Unnes itu, keunggulan penggunaan AI pada kemampuannya untuk menyederhanakan perencanaan pembelajaran, memperkaya strategi pengajaran, dan mendiversifikasi format penilaian.
Implikasinya, menurut Dr. Ardhi Prabowo S.Pd., M.Pd., guru tidak hanya harus menguasai perangkat AI, tetapi juga harus mengadaptasi hasil pembelajaran dengan konteks budaya dan kurikulum Indonesia.
“Tentu sambil tetap berperan sebagai fasilitator yang memvalidasi dan mengontekstualisasikan konten hasil AI,” imbuh anggota tim bersama Christianti Tri Hapsari S.Pd., M.Pd. dan Kholid, A.Md. selaku pengadministrasi. itu
Dosen Unnes Usung Dongeng Semarangan Multibahasa di Gramedia
Kegiatan pada Juli 2025 itu juga melibatkan mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan Bahasa FBS Unnes, yakni Ira Mutiaraningrum, Candradewi Wahyu Anggraeni, Muhimatul Ifadah, dan Mohammad Ali Yafi.
Sebanyak 78 guru SMA dari berbagai mata pelajaran mengikuti kegiatan yang berada dalam skema PPM bagi Dosen dengan Sumber Dana DPA FBS 2025 itu,
Membuat Soal HOTS dengan AI
Tim mengajak mereka berlatih langsung membuat soal higher order thinking skills (HOTS)) menggunakan AI, khususnya Chatbot.
Pada bagian praktik, tim membantu para guru mencoba membuat rencana program pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), dan konten multimedia yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi.
Guru juga mencoba menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan menghasilkan penilaian adaptif seperti exit tickets, jurnal reflektif, dan proyek autentik.
Pada bagian lain Ardhi mengungkapkan, AI dapat membantu guru mengatasi tantangan seperti kurangnya peningkatan pelatihan profesional guru, banyaknya pekerjaan administrasi, dan kesenjangan akses digital.
“AI juga dapat membantu guru menghemat waktu dan memastikan pembelajaran sesuai dengan kurikulum nasional dan konteks siswa,” kata dosen Pendidikan Matematika FMIPA Unnes ini.
Kepala SMA 12 Semarang Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd pun menyambut baik kegiatan ini.
“Kami harapkan kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan sehingga para guru dapat memetik manfaat lebih banyak,” katanya.

