SEMARANG, INIKAMPUS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menerapkan teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran bagi KSM UMKM Srikandi Cipta Bahari, Senin (4/8), di Tambak Mulyo RW 15 No. 15, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.
Kegiatan yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu dipimpin Dr. Ir. Astrilia Damayanti, S.T., M.T.
Tim juga melibatkan Ari Nur Dwi Musyono, S.Pd., M.Pd.,Indri Murniawaty S.Pd., M.Pd., Muhammad Rizky Romadhon, Kiki Faisal Mabrur, dan Wisnu Wardana.
Sebanyak 10 pelaku UMKM mengikuti pelatihan tersebut.
Tim menargetkan peserta mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan siap bersaing di pasar nasional.
Atasi Kendala Produksi dan Pemasaran
Astrilia menjelaskan, mitra menghadapi berbagai kendala produksi selama ini.
Akibatnya, mereka hanya memproduksi olahan perikanan saat menerima pesanan atau kunjungan tamu.
Selain itu, peralatan rumah tangga konvensional menyebabkan kadar minyak produk tetap tinggi.
Kondisi itu memunculkan endapan minyak dalam beberapa hari dan menurunkan kualitas produk.
Di sisi lain, mitra belum memiliki mesin induction sealer dan spinner minyak. Akibatnya, kemasan sering rembes sehingga mengurangi daya tarik produk.
Kondisi tersebut juga menghambat pemenuhan standar keamanan pangan.
“Karena itu, mitra belum berani mengirim produk ke luar daerah dan belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal,” ungkap Dr. Ir. Astrilia Damayanti, S.T., M.T.
Terapkan Teknologi dan Digitalisasi
Untuk menjawab persoalan itu, Tim PKM UNNES menyerahkan mesin spinner minyak dan induction sealer kepada mitra.
Mesin spinner membantu mengurangi kadar minyak pada peyek udang rebon.
Sementara itu, induction sealer menjaga kemasan tetap rapat, higienis, dan bebas rembesan.
Selanjutnya, tim mendampingi peserta membuka toko di marketplace Shopee.
Peserta juga mempelajari pengelolaan toko daring, penyusunan katalog, penulisan deskripsi produk, dan strategi promosi digital.
Astrilia berharap teknologi dan pelatihan tersebut mampu memperkuat daya saing UMKM.
“Melalui mesin induction sealer, spinner minyak, dan pendampingan pemasaran digital ini, kami berharap KSM Srikandi Cipta Bahari mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, berpenampilan profesional, serta siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Omzet Naik Dua Kali Lipat
Pelaku UMKM, Lutfiatun, mengaku kualitas peyek udang rebon meningkat setelah menggunakan mesin spinner minyak.
“Dengan adanya mesin spinner minyak ini, kadar minyak pada peyek udang rebon sudah berkurang drastis. Produk kini lebih aman dijual ke luar kota,” katanya.
Ia juga merasakan manfaat pemasaran digital.
“Produk saya sudah sampai Jakarta sehingga omzet naik dua kali lipat. Penjualan meningkat dari 2–3 kilogram menjadi 6–7 kilogram,” ujar Lutfiatun.
Hal serupa disampaikan Suntiah, produsen sambal ikan teri.
“Setelah menggunakan mesin induction sealer, kemasan sambal ikan teri menjadi lebih aman. Minyak tidak lagi merembes keluar,” katanya.
Menurutnya, pemasaran digital juga memperluas pasar.
“Produk saya sudah sampai Jakarta sehingga omzet naik dua kali lipat,” ujarnya.
Target Menembus Pasar Nasional
Tim PKM UNNES menargetkan KSM UMKM Srikandi Cipta Bahari menjadi UMKM yang mandiri, produktif, dan konsisten memproduksi olahan hasil perikanan.
Melalui teknologi baru dan pemasaran digital, kelompok itu diharapkan tidak lagi bergantung pada kunjungan tamu.
Sebaliknya, mereka diharapkan mampu memperluas pasar nasional, bahkan membuka peluang memasuki pasar global.

