Close Menu
  • Beranda
  • Berita
  • Agenda
  • Opini
  • Riset
  • Prestasi
  • Beasiswa
  • Profil
  • Insiprasi
  • iniKids
What's Hot

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia

23 September 2026

Dari Beijing, CoSpice UNNES Kawal Standar Keamanan Pangan Kopi dan Rempah Indonesia

17 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Beranda | Tentang Kami |  Redaksi |  Pedoman Media Siber |  Kebijakan Privasi  | Iklan dan Kerja Sama |  Layanan | Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram
iniKampusiniKampus
  • Beranda
  • Berita
  • Agenda
  • Opini
  • Riset
  • Prestasi
  • Beasiswa
  • Profil
  • Insiprasi
  • iniKids
Donasi
iniKampusiniKampus
Beranda » Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia
Berita

Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia

adminBy admin23 September 2026Updated:23 September 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Email LinkedIn Pinterest Copy Link
Nalendra, mahasiswa Fakultas Teknik UNNS, memperkenalkan kopi di di Expo International Exhibition Center, Astana, Kazakhstan .
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link LinkedIn Pinterest

KAZAKHSTAN, INIKAMPUS – Dari kebun pegunungan Jawa Tengah, aroma kopi menempuh perjalanan jauh menuju jantung Asia Tengah.

Di Astana, Kazakhstan, aroma itu mengundang perhatian melalui sesi coffee cupping pada Astana Coffee Expo 2026.

Nalendra, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES), membawa kopi tersebut ke panggung internasional.

Ia memperkenalkan Nestra Coffee, startup binaan PUI PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) UNNES.

Ajang berlangsung pada 3–5 September 2026 di EXPO International Exhibition Center, Astana.

Melalui Nestra Coffee, Nalendra memperkenalkan Kopi Jawa Tengah yang mengusung konsep Volcano Coffee.

Konsep tersebut mengangkat cerita kopi dari kawasan pegunungan dengan karakter geografis dan lingkungan vulkanik.

Menguji Selera Pasar Kazakhstan

Nalendra tidak sekadar membawa kopi untuk dipamerkan kepada masyarakat Kazakhstan.

Ia juga mengajak peserta mencicipi dan mengevaluasi karakter kopi melalui sesi coffee cupping.

Peserta mencermati aroma, flavor, keasaman, body, aftertaste, dan keseimbangan rasa.

Interaksi tersebut sekaligus membantu Nestra Coffee membaca preferensi calon konsumen di Kazakhstan.

Dari proses itu, Nalendra menemukan kecenderungan konsumen Kazakhstan menyukai kopi dengan tingkat sangrai medium.

Profil tersebut menghasilkan rasa yang lebih lembut dan relatif mudah diterima konsumen.

Temuan itu kemudian menjadi masukan untuk menentukan profil roasting dan pengembangan produk.

Selain itu, hasil tersebut dapat membantu Nestra Coffee menyusun strategi branding dan pemasaran.

Kopi dengan Cerita dari Pegunungan

 Melalui Volcano Coffee, Nestra Coffee tidak hanya menawarkan cita rasa.

Mereka juga membawa cerita tentang petani, pegunungan, tanah vulkanik, varietas, dan proses pascapanen.

Narasi tersebut memperkuat identitas asal atau origin branding kopi Jawa Tengah.

Sebab, pasar global makin memperhatikan asal produk, keterlacakan, keberlanjutan, dan cerita petani.

Karena itu, kopi Jawa Tengah hadir bukan sekadar sebagai komoditas pertanian.

Kopi juga hadir sebagai produk budaya dan ekonomi yang memiliki cerita dari wilayah asalnya.

Nalendra membawa peran yang lebih luas sebagai mahasiswa sekaligus petani muda.

Ia menghubungkan pengetahuan akademik, praktik pertanian, kewirausahaan, dan kebutuhan pasar.

Dari Kampus Menuju Pasar Global

Keterlibatan Nalendra juga menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi komoditas pertanian.

Melalui ekosistem CoSpice, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kualitas, inovasi, produk, dan akses pasar.

Nestra Coffee kemudian menjadi salah satu wadah pengembangan potensi tersebut.

Prosesnya tidak berhenti pada panen biji kopi dari kebun.

Nilai tambah muncul melalui quality control, pascapanen, roasting, kemasan, storytelling, dan pemasaran.

Pengalaman di Astana memperlihatkan pentingnya mempertemukan kualitas produk dengan pemahaman terhadap pasar.

“Petani muda harus memahami bahwa kopi bukan hanya tentang menghasilkan biji kopi,” kata Nalendra.

Menurut dia, petani juga perlu menciptakan nilai dan memperkenalkan produknya kepada konsumen.

Petani Muda dan Semangat SDG 8

Kehadiran Nalendra di Astana Coffee Expo juga berkaitan dengan semangat Sustainable Development Goal (SDG) 8.

Agenda tersebut mendorong pekerjaan layak, kewirausahaan, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Melalui kopi, Nalendra mempertemukan petani muda, mahasiswa, akademisi, startup, pelaku usaha, dan konsumen internasional.

Pertemuan itu menunjukkan bahwa regenerasi petani dapat berjalan melalui pendidikan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.

Pada saat yang sama, Kazakhstan membuka ruang perkenalan kopi Jawa Tengah di kawasan Asia Tengah.

Bagi Nalendra, perjalanan tersebut bukan sekadar membawa kopi ke luar negeri.

Ia membawa cerita tentang petani muda yang mulai menghubungkan kebun, kampus, bisnis, dan pasar global.

“Tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi dikembangkan melalui quality control, roasting, branding, dan market validation,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses tersebut juga membuka peluang pengembangan pasar hingga ekspor.

Perjalanan kopi Jawa Tengah ke Astana membawa pesan tentang nilai tambah dan regenerasi petani.

Dari kebun di lereng pegunungan, kopi kini menemukan ruang baru di pasar Eurasia.

FT Unnes Kazakhstan Nalendra Nestra Coffee unnes
Share. Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Email Threads Copy Link

Konten Terkait

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Dari Beijing, CoSpice UNNES Kawal Standar Keamanan Pangan Kopi dan Rempah Indonesia

17 September 2026

PIP Semarang Tempa 100 Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan soal Keselamatan Kerja

17 September 2026

UNNES Gelar Festival Film Pendek Bahasa Jawa Nasional, Total Hadiah Rp6 Juta

15 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Konten Terbaru

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia

23 September 2026

Dari Beijing, CoSpice UNNES Kawal Standar Keamanan Pangan Kopi dan Rempah Indonesia

17 September 2026

PIP Semarang Tempa 100 Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan soal Keselamatan Kerja

17 September 2026

UNNES Gelar Festival Film Pendek Bahasa Jawa Nasional, Total Hadiah Rp6 Juta

15 September 2026

Langganan Informasi Terbaru

Dapatkan berita pendidikan terbaru dari Inikampus seputar pendidikan, beasiswa, dll

IniKampus adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini seputar dunia pendidikan tinggi di Indonesia dan mancanegara. Kami hadir untuk menjadi referensi terpercaya bagi mahasiswa, dosen, akademisi, serta masyarakat umum yang peduli terhadap perkembangan sektor pendidikan.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube

Kuliah Gratis di PTN Butuh Rp93,7 Triliun, Kemdiktisaintek Siapkan Kajian

23 September 2026

Nalendra Bawa Aroma Kopi Jawa Tengah ke Panggung Eurasia

23 September 2026

Dari Beijing, CoSpice UNNES Kawal Standar Keamanan Pangan Kopi dan Rempah Indonesia

17 September 2026

Langganan Informasi Terbaru

Dapatkan berita pendidikan terbaru dari Inikampus seputar pendidikan, beasiswa, dll

© 2026 IniKampus. Designed by Inikampus.
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Panduan Kolumnis
  • Kebijakan Privasi
  • Iklan
  • Layanan
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.