WELLINGTON, INIKAMPUS – Delegasi Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengawali kegiatan visiting lecturer di Victoria University of Wellington, Selandia Baru, dengan latihan di ruang musik Te Koki New Zealand School of Music.
Kunjungan ini berkaitan dengan penelitian kerja sama bertajuk “Edukasi Gamelan Jawa melalui Gending Opening Song bagi Diaspora Budaya Indonesia di New Zealand”.
Daei Selandia Baru kontributor iniKampus.id Widodo Wikandana melaporkan, pada latihan hari pertama, Prof. Dr. Widodo, M.Sn., selaku pemimpin rombongan memadukan sajian gamelan Jawa sebagai pengiring tembang “Singgah-singgah” dan gamelan Bali untuk mengiringi tari Pendet.
Kedua sajian tersebut menghadirkan kekayaan ekspresi seni Nusantara dalam rangkaian kegiatan akademik dan kebudayaan di Wellington.
Penggunaan gending sebagai materi edukasi menempatkan praktik bermusik sebagai pintu masuk untuk mengenalkan budaya Indonesia.
Melalui latihan bersama, kegiatan ini diarahkan untuk mendekatkan peserta pada hubungan antara bunyi gamelan, tembang, dan gerak tari.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka ruang belajar lintas budaya melalui pengalaman berkesenian.
Kesempatan Mempertemukan Pengalaman
Budi S. Putra sebagai tuan rumah yang menerima rombongan dari Indonesia menyampaikan rasa senangnya atas kehadiran tim Unnes.
“Kehadiran delegasi menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengalaman berkesenian dari Indonesia dengan lingkungan pembelajaran musik di Wellington,” katanya.
Penelitian kerja sama ini berfokus pada edukasi gamelan Jawa melalui gending Opening Song bagi diaspora budaya Indonesia di Selandia Baru.
Dalam konteks tersebut, latihan perdana menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan penelitian, pengajaran, dan penyajian seni.
Selain latihan gamelan, delegasi Unnes dijadwalkan melaksanakan Dance Performance and Wayang Demonstration di Samuel Marsden Collegiate.
Tim juga akan berpartisipasi dalam Indonesian Night di ACR, New Zealand School of Music, Victoria University of Wellington.
