Salah satu dukungan penting berasal dari kampus melalui bantuan administrasi, pendanaan, serta dukungan uang.
Yang menarik, pada tahun ini tim Voca Erudita berusaha melalui usaha internal (Paduan Suaraku).
Mereka mencari tambahan modal untuk berangkat ke Hong Kong, mulai dari job-job hingga penggalangan dana.
Hal itu berbeda dari tahun lalu, ketika UNS menanggung pendanaan 100 persen.
“Ini panggung kompetisi keempat kami, dan kami sangat bersyukur bisa kembali meraih hasil terbaik untuk Indonesia, khususnya UNS,” ungkap Kartika, anggota PSM.
Prestasi ini melanjutkan jejak gemilang Voca Erudita.
Tahun lalu Voca Erudita juga memenangi ajang di Eropa.
Mereka berjaya di Musica Orbis Prague Festival 2024 di Praha dan 58th Internationaler Chorwettbewerb Spittal an der Drau Austria di Spittal. (*)

