Perwakilan mahasiswa baru tersebut, yakni:
- Muhammad Gibran Islami Pasha dari Fakultas Vokasi, perwakilan mahasiswa jenjang sarjana terapan
- Fairuz Khalishah Sastaviana dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, perwakilan jenjang sarjana
- Ahmalia Rahma Ulfiyanti dari Fakultas MIPA, perwakilan jenjang magister
- Rangga Bayu Rinawan, dari Sekolah Pascasarjana, perwakilan jenjang doktor
- Melalui PKKMB 2025, UNY meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berdampak dan mendukung kebijakan Kemendiktisaintek.
Selain itu, UNY terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Prodi terketat
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru tahun 2025 yang mengikuti PKKMB mencapai 12.306 orang.
Mereka terdiri atas 1.159 sarjana terapan, 9.598 sarjana, 1.079 magister, 442 doktor dan 28 program profesi insinyur.
“Total animo untuk semua jenjang, termasuk program profesi, ada 149.234 orang. Dari jumlah itu, yang diterima 12.306 orang,” papar Nur Hidayanto.
Dia juga menyebutkan lima program studi (prodi) terkekat persaingannya di UNY.
Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) UNY merupakan prodi terketat dengan perbandingan 1:77,34.
Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) menjadi prodi terketat kedua dengan rasio 1;26,39.
Berikutnya, Prodi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) 1:23,51, Prodi Teknik Industri FT 1:23,37, dan Prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 1:22,57.
