Kampus Berdampak
Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Hasan Chabibie menekankan pentingnya membangun Kampus Berdampak, yakni institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik.
Lebih dari itu, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi masyarakat dan bangsa.
Kolaborasi lintas program studi menjadi penting untuk menciptakan pendekatan interdisipliner dalam menyelesaikan berbagai persoalan kompleks.
“Penggunaan teknologi seperti AI, big data, dan keterbukaan akses data juga harus dimaksimalkan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti” tuturnya.

Menurut Hasan, mimpi besar menuju “Indonesia Emas” tahun 2045 tidak dibangun secara tiba-tiba, melainkan dimulai dari sekarang, melalui ruang kelas, laboratorium, dan aktivitas mahasiswa di kampus.
Kampus menjadi tempat untuk menempa pemimpin masa depan yang bukan hanya cerdas, namun juga amanah dan berdedikasi untuk kemajuan bangsa.
Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, baik dalam isu politik, lingkungan, kesehatan, hingga kesetaraan.
Untuk itu, mereka harus mendapatkan pembekalan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga nilai-nilai karakter dan integritas.
Model pengembangan mahasiswa yang ideal tergambar dengan konsep 3K: Karakter, Kompetensi, dan Koneksi. (*)
