UNGARAN, INIKAMPUS – Sejumlah dosen Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar Workshop Mencipta Lagu Anak Berbasis Artificial Intelligence (AI).
Pelatihan bagi guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Semarang itu dengan peserta 34 orang.
Kegiatan berlangsung di Gedung Korwil Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Ketua Tim Pengabdian pada Masyarakat Nafik Salafiyah, S.Pd, M.Sn. mengatakan, kegiatan untuk meningkatkan kapasitas guru TK dalam mencipta lagu anak yang edukatif dan dengan sesuai perkembangan usia dini.
“Selain itu, mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif musik untuk pendidikan anak usia dini,” katanya.
Targetnya, lanjut dia, terbangun kreativitas musikal guru TK agar mampu menghasilkan karya lagu yang inovatif, menarik, dan mendukung kurikulum PAUD.
Anggota tim pengabdian terdiri atas Prof. Sunarto, M.Hum, Drs. Bagus Susetyo M.Hum, Dr. Irfanda Rizki Harmoni Sejati, M.A, dan Kidung Sukma Asmarani, M.Pd.
Dosen Unnes Usung Dongeng Semarangan Multibahasa di Gramedia
Kegiatan yang dananya bersumber dari LPPM Unnes itu, menurut Prof Sunarto, memiliki target memperkenalkan alat bantu berbasis AI (seperti Soundraw dan Suno AI) untuk penciptaan lagu.
“Selain itu, memberikan pelatihan langsung penggunaan platform AI dalam menciptakan dan mengaransemen lagu anak,” katanya.
Dengan begitu, sambung Bagus Sosetyo, dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengekspresikan ide musikal secara mandiri dan kreatif.
Dalam workshop, pihak Unnes juga menggandeng Ketua IGTKI Kabupaten Semarang Siti Sulaeni, M.Pd. dan Ketua IGTKI Kecamatan Bringin Umi Atika, S.Pd. sebagai mitra.
Dari Unsur Musik hingga Aplikasi Saundraw
Pada sesi pelatihan, mula-mula peserta mendapatkan materi pengenalan unsur-unsur dalam musik.
Setelah itu, peserta mengenal tangga nada, interval, membidik melodi sederhana, hingga analisis membentuk sebuah lagu sederhana melalui kalimat tanya dan kalimat jawab yang membentuk lagu satu bagian.
“Barulah peserta berenalan dengan aplikasi platform Soundraw dan Suno AI sebagai alat bantu menggali ide, menyusun melodi, hingga memproduksi ganre lagu secara digital,” ungkap Irfanda Rizki Harmoni Sejati.
Dia juga mengingatkan, aplikasi tersebut bisa memanfaatkan HP android dan kuota internet yang cukup bagus.
Pada ahir kegiatan, 26 dari 34 peserta workshop telah berhasil menciptakan lagu anak, yakni lagu sederhana dari berbagai ganre.
“Temanya beragam, dari kebersamaan, kasih sayang keluarga, persahabatan, kedisplinan, cinta tanah air, hidup sehat, kesopanan, religius, hingga budaya tradisi,” ungkap Kidung Sukma Asmarani.
Marsudiani, guru TK Bustanul Athfal Aisyiyah menyatakan kegitan tersebut sangat bermanfaat.
“Ini mengingat bagi kami guru TK, masih banyak yang belum bisa mencipta lagu. Belum tahu nada atau notasi dan belum familiar dengan teknologi AI,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Indah R dari TK Arrohman juga mengakui workshop sangat menyenangkan dan menjadikan penyegaran bagi dirinya.
“Semoga tahun depan Unnes memberikan pelatihan dalam kegiatan seni yang lainnya, seperti tari dan menggambar,” katanya penuh harap.

