SEMARANG, INIKAMPUS – Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Dr. S Martono, M.Si. mengukuhkan Dr. Widodo Brotosejati sebagai profesor seni.
Widodo merupakan guru besar yang meraih jabatan profesor berkat karya monumental seni karawitan bereputasi internasional.
Rektor juga mengukuhkan tiga profesor lainnya, yakni Prof. Taufk Hidayah (FIK), Prof. Sigit Priatmoko (FMIPA), dan Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd (FBS).
Prosesi pengukuhan berlangsung di auditorium Prof. Wuryanto Unnes kampus Sekaran, Senin (20/4/2026).
Bawa Karawitan di Panggung Dunia
Prof. Dr. Widodo, M.Sn. berhasil mencuri perhatian saat pengukuhan pengukuhan.
Saat pidata, dia juga menampilkan komposisi karawitan karyanya lengkap dengan tembang yang ia bawakan sendiri.
Widodo memandang karawitan Jawa bukan sekadar seni tradisional, melainkan representasi nilai keselarasan hidup yang dapat dikaji secara sistematis.
Ia berhasil mengintegrasikan aspek teknik, estetika, dan nilai budaya dalam proses pembelajaran agar mahasiswa memahami makna mendalam di balik setiap komposisi.
Widodo tercatat memiliki 28 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari puluhan karya gending yang ia ciptakan sebagai media pembelajaran dan karya artistik.
Kiprahnya merambah dunia internasional melalui peran aktif memperkenalkan gamelan di University of Michigan, UCLA, hingga berbagai institusi di Paris.
Selain sebagai akademisi, ia juga menjabat peran strategis sebagai Ketua Harian PEPADI Jawa Tengah dan Sekretaris Jenderal Sekretariat Gamelan Indonesia (SGI) Pusat.
Tiga Guru Besar Lainnya
Adapun Prof. Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes., merupakan Guru Besar bidang Pedagogi Olahraga.
Taufiq mengembangkan model pembelajaran olahraga yang menggabungkan pendekatan Long-Term Athlete Development (LTAD) untuk membentuk karakter dan motivasi peserta didik.
Di bidang sains, Prof. Dr. Sigit Priatmoko, M.Si., menjabat sebagai Guru Besar Kimia Terapan dengan fokus pada solusi krisis energi dan lingkungan.
Sigit mengembangkan fotokatalis untuk produksi hidrogen serta teknologi pengolahan limbah guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd., dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Keterampilan Berbicara.
Rina menghadirkan inovasi pembelajaran bahasa Jepang berbasis Virtual Reality (VR) untuk membantu mahasiswa menguasai konteks sosial dan budaya secara autentik.
Keempat guru besar baru ini menjadi pilar penting bagi UNNES dalam mencetak generasi yang inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global.
[Abdullah Azam]

