BANDA ACEH, INIKAMPUS —Pemerintah telah melampaui target dalam pembukaan program dokter spesialis dan subspesialis di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Targetnya 148 program PPDS di 57 fakultas kedokteran, namun hingga kini jumlah program telah mencapai 160.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, mengungkapkan hal itu saat meluncurkan program dokter spesialis dan subspesialis pada Jumat, 30 April.
Program tersebut hadir di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan Universitas Malikussaleh.
“Capaian ini meningkatkan akses, mutu, dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat,” kata Khairul.
Langkah itu, menurut Khairul, untuk memperluas distribusi dokter spesialis di wilayah barat Indonesia.
Peluncuran diikuti koordinasi Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah I.
Forum itu membahas pemenuhan dan pendayagunaan tenaga medis dan kesehatan.
SKA mengintegrasikan pendidikan, riset, dan layanan rumah sakit pendidikan.
Komitmen Pemerintah Perluas Akses
Menurutnya Khairul Munadi, pemerintah terus memperluas akses pendidikan dokter spesialis.
“Pembukaan program ini menjadi langkah konkret menjawab kebutuhan layanan kesehatan di berbagai daerah,” ujar Khairul.
Sementara itu, Wakil Rektor USK Bidang Akademik, Agussabti, menegaskan komitmen institusinya.
Ia menyatakan USK terus memperluas akses pendidikan dokter spesialis.
“Program ini menjangkau daerah 3T dan tidak hanya melayani wilayah perkotaan,” jelas Agussabti.
Selain itu, USK meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Rektor Unimal, Herman Fithra, juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan spesialis.
Ia menilai program ini berdampak besar bagi masyarakat Aceh Utara.
“Kami mendorong pemerataan layanan kesehatan dan berterima kasih atas dukungan pemerintah,” ujar Herman.
Perkuat Layanan Kesehatan Wilayah Barat
Program ini menjadi bagian akselerasi pemenuhan dokter spesialis nasional.
Pemerintah menjalankan langkah ini sebagai Program Hasil Terbaik Cepat Presiden.
Program baru di USK dan Unimal diharapkan membuka akses pendidikan lebih luas sekaligus memperkuat ekosistem SKA Wilayah I.

