Ayahnya anggota Polri, sedangkan ibunya dosen.
Pantas saja jika dia bercita-cita jadi polisi yang bisa mendalang.
Kesukaannya pada wayang telah tumbuh sejak usia dua tahun.
Pak Warseno-lah orang yang kali pertama mengajarinya mendalang.
Dia sudah mulai mendalang pada tahun 2021 atau ketika usianya belum genap tujuh tahun.
Inilah Sekolah Garuda di 16 Titik yang Diluncurkan Serentak
Wow, Gaji Awal Guru di Negara Kadipaten Ini Tembus Rp 1,5 Miliar per Tahun
Di Sanggar Ponokawan Semarang, seminggu sekali selama satu jam Danen belajar mendalang.
Dia mengidolakan dolang Ki Anom Dwijokangko, dalang kondang kelahiran Blitar yang juga putra dalang sepuh Ki Sukron Suwondo. “Keren,” katanya.
Penyuka basket dan sepakbola ini, di samping belajar mendalang dan menyalurkan hobi berolahraga kesukaannya, juga belajar coding dan bahasa Inggris.
Sebelum ini, ia telah menyabet gelar juara 2 Festival Dalang Anak Kota Semarang 2023, juara I Festival Dalang Anak Kota Semarang 2024, dan juara I Festival Dalang Anak Korwil Semarang Raya 2024.
Selain itu, ia juga juara 2 Lomba Macapat MAPSI Kecamatan Candisari Kota Semarang.
Apa yang paling menyenangkan dari mendalang? “Bisa mempelajari karakter-karakter wayang,” jawab Danen.
Pengin tahu jawaban Danen saat ditanya tentang kesulitan dalam mendalang?
“Saat tangan dan kaki bergerak semua secara selaras. Tangan untuk memegang wayang dan cempala, kaki untuk keprak, dan harus menyesuaikan iringan,” katanya.
Kepada teman-teman seusia, dia berharap mereka mau mempelajari wayang sebagai kesenian tradisi budaya kita yang sudah diakui dunia.
