KLATEN, INIKAMPUS – Mahasiswa Unnes Giat 16 mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Tulung Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten.
Mereka menggelar kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya memiliki identitas dan dokumen legalitas usaha, Sabtu (25/07/26), di desa setempat.
Pendamping mahasiswa Dr. Cahyani Tunggal Sari, S.E., M.A., M.M mengemukakan, program pemberdayaan mencakupi empat aspek utama, yakni legalitas usaha, tata kelola, branding, dan digitalisasi.
“Program diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan profesionalitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal,” katanya.
Pengembangan UMKM, lanjut dia, menjadi salah satu fokus kegiatan UNNES GIAT 16 di Desa Tulung karena sektor usaha masyarakat memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian desa.
“Namun, dalam perkembangannya, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kelengkapan administrasi usaha, pengelolaan keuangan, identitas produk, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran,” katanya.
Kepala Desa Tulung Heri Iswadi mengungkapkan apresiasinya terhadap program tersebut.
“Saya rasakan sangat membantu. Pelaku UMKM yang berusia 30-50 tahun aga tidak stuck dengan metode penjualan yang begitu-begitu saja, tetapi jadi mengerti dengan perkembangan zaman seperti anak-anak ini,” ujar Heri Iswadi.
Oleh mahasiswa, legalitas dianggap sebagai fondasi penting bagi keberlangsungan UMKM.
Sebab, legalitas dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis.
Pendampingan diarahkan pada pengenalan proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemahaman mengenai dokumen dan persyaratan dalam proses legalisasi usaha.
Mendorong Tata Kelola UMKM
Mahasiswa juga memberikan perhatian pada aspek tata kelola usaha.
Pengelolaan yang baik perlu agar pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usahanya secara lebih jelas dan mengambil keputusan.
Dalam pendampingan, mahasiswa juga membantu mereka memahami pentingnya nama merek, logo, desain kemasan, label produk, informasi produk, serta tampilan visual.
Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian dalam program pengembangan.
Mahasiswa mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan digitalisasi sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Mereka menampingi peserta dalam pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis, serta WhatsApp Business untuk memudahkan komunikasi, promosi, dan pelayanan kepada pelanggan.
“Saya sangat terbantu dengan pembuatan banner yang lebih menarik serta canggih dalam pembayaran,” tutur Agus Riswanto, pelaku UMKM di desa itu.
