UNGARAN, INIKAMPUS – Nilam Salwa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) melaksanakan sosialisasi stunting di Posyandu Dusun Calombo, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Kegiatan pada Senin (12/10/2026) itu merupakan bagian dari KKN Unnes Giat 17 Desa Lopait.
Sosialisai merupakan program kerja individu yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan upaya pencegahannya sejak dini.
Kegiatan diawali pelayanan Posyandu bagi balita dan lansia, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar perut, serta pemeriksaan tekanan darah.
Setelah pelayanan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi stunting. “Pesertanya hampir 20 warga yang memiliki balita dan anak usia dini,” kata Nilam..
Dalam pemaparannya, Nilam menjelaskan tanda-tanda stunting, dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta upaya pencegahannya.
Materi t menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu.
Perhatian terhadap Pencegahan
Di posyandu, Bidan Fransiska menyebutkan, terdapat sembilan anak yang mengalami stunting di Desa Lopait. “Mereka tersebar di beberapa dusun,” katanya.
Informasi ini menunjukkan pentingnya perhatian bersama terhadap pencegahan stunting melalui edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Pelaksanaan sosialisasi berlangsung lancar dan mendapat tanggapan baik dari pihak Posyandu.
“Bidan mengarahkan dengan jelas, masyarakat juga menerima pemaparan dengan baik,” Nungkap Nilam.
Lewat kegiatan itu, Nilam berharap warga makin memahami pentingnya pencegahan stunting serta lebih peduli terhadap pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unnes Giat 17 Desa Lopait dalam mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan anak.
