MAGELANG, INIKAMPUS – Mahasiswa KKN UNNES GIAT 17 membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Selomirah, Ngablak, Kabupaten Magelang, memperluas pengenalan produk mereka.
Lewat program pembuatan dan pemasangan, mahasiswa menghadirkan identitas visual bagi 14 UMKM setempat.
Program yang berlangsung pada Oktober 2026 ini menyasar pelaku usaha yang membutuhkan media promosi sederhana.
Tim terdiri atas Aulia Wahyu Wardhani, Nesa Artika Dewi, Rindi Ajeng Perwitasari, Rizkhi Bayuwidodo, dan Yuki Ellysia Wibowo.
Selain itu, Muhammad Tegar Ridho Affandi, Melda Listiayu, Intan Nur Karomah, Delya Nur Aini, dan Genta Buana Arfianto Putra.
Sebelumnya, mereka mendata dan menyurvei pelaku UMKM untuk menggali informasi mengenai jenis usaha, produk unggulan, dan kontak pemesanan.
Selanjutnya, mahasiswa mengolah data tersebut menjadi desain banner sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap usaha.
Perkuat Identitas Usaha Lokal
Dari hasil pendataan, mahasiswa membuat dan memasang 14 banner yang tersebar di lima dusun.
Mereka memproduksi delapan banner berukuran 1,5 × 0,7 meter dan enam banner berukuran 1 × 0,75 meter.
Di Dusun Kalisat, mahasiswa memasang banner untuk Tape Singkong Bu Sunipah, Tempe Mbah Suwun, dan Cetil Cetot Bu Sumarni.
Dusun Selomirah menerima banner untuk Keripik Tempe Mak As, Kecambah Barokah, dan Aneka Tahu Pak Purwanto.
Sementara itu, Dusun Duren Sawit mendapat banner untuk Madu Lebah Pure Honey dan Madu Alam.
Di Dusun Babadan, mahasiswa membantu mempromosikan Tahu Tiga Bersaudara serta dua usaha kerajinan keranjang sayur milik Bu Trini dan Slamet Wahid.
Di Dusun Klesem, banner memperkenalkan Molen Endulita, Cetil Cetot Mas Yanto, dan Slamet Pacul.
Adapun Dusun Ngadisono belum menjadi sasaran program karena hasil pendataan hanya menemukan satu UMKM dan pelaku usahanya belum tercakup dalam pelaksanaan program.
Slamet Wahid, pemilik usaha kerajinan keranjang sayur di Dusun Babadan, menyambut baik bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, kula remen lan matur nuwun sanget, niki sampun diparingi banner kangge usaha kula. Dados mangke tiyang sanes saged ngertos wonten usaha kula ting griya niki,” ungkap Slamet Wahid.
Ia berharap keberadaan banner membantu masyarakat mengenali usahanya sehingga semakin banyak calon konsumen yang mengetahui produknya.
Dukung Pertumbuhan dan Inovasi
Mahasiswa KKN UNNES GIAT 17 terlibat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari survei, pengolahan informasi, desain, hingga penyerahan dan pemasangan banner.
Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami kebutuhan pelaku usaha secara langsung.
Program tersebut mendukung pencapaian SDGs Desa Nomor 8 tentang Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata dan Nomor 9 tentang Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan.
Melalui program ini, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Selomirah semakin mudah memperkenalkan produk kepada masyarakat.
“Banner tidak cuma jadi penanda lokasi, tetapi sekaligus jadi langkah awal buat memperluas pengenalan potensi ekonomi desa,” ungkap Rindi Ajeng Perwitasari, salah satu mahasiswa peserta kegiatan tersebut.
