JAKARTA, INIKAMPUS– Presiden AS ke-44, Barack Obama, memilih tiga pemuda Indonesia sebagai calon pemimpin dunia masa depan.
Ketiga pemuda itu adalah Billy Mambrasar, Hatta Kresna Aditya, dan Nashin Mahtani.
Mereka terpilih karena dinilai berprestasi dan aktif membawa perubahan sosial di komunitasnya.
“Obama kagum pada kontribusi dan kepemimpinan mereka di masyarakat,” jelas pernyataan resmi Obama Foundation, Jumat (26/9/2025), sebagaimana rilis Antara.
Mereka akan mengikuti program Obama Foundation Fellowship 2025 bersama calon pemimpin muda lainnya dari seluruh dunia.
Dalam program itu, mereka akan bertemu langsung dengan Obama dan mengikuti sesi mentoring eksklusif di AS.
Setelah itu, mereka akan terlibat dalam berbagai proyek pembangunan internasional yang dipelopori Obama Foundation.
Billy, Aktivis Pendidikan dan Lingkungan
Billy Mambrasar terinspirasi kampanye Obama bertema “Yes We Can” sejak 2009 dan mendirikan Yayasan Kitong Bisa di Papua.
Ia juga menggagas gerakan CONTAINDER untuk mengurangi sampah plastik di berbagai wilayah Indonesia.
“Saya ingin anak-anak Papua punya akses pendidikan yang sama,” ujar Billy, lulusan Harvard dan ITB.
Billy pernah menjadi Staf Khusus Presiden RI bidang Inovasi pada periode 2019–2024.
Hatta, Pelindung Masyarakat Adat
Hatta Kresna Aditya membentuk organisasi Rahsa Nusantara yang membantu masyarakat adat menjaga lingkungan dan memperoleh penghasilan berkelanjutan.
Pemuda asal Bandung ini merupakan lulusan Teknik Elektro ITB dengan prestasi akademik luar biasa.
“Keseimbangan alam harus dijaga bersama dengan kesejahteraan komunitas local,” katanya.
Nashin, Inovator Teknologi Kebencanaan
Nashin Mahtani menciptakan sistem Peta Bencana Nasional yang membantu BNPB merespons bencana secara cepat dan tepat.
Dengan teknologi itu, pemerintah dapat menyasar warga paling rentan saat banjir, gempa, atau kebakaran hutan.
“Saya ingin data bencana digunakan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,” kata Nashin, lulusan Waterloo, Kanada.
Kini, ia aktif mengembangkan program sosial berbasis teknologi di Bali.
Ketiga pemuda ini akan memulai sesi mentoring dalam waktu dekat di Amerika Serikat.
Program ini bertepatan dengan Sidang Umum PBB di New York dan Konferensi COP 30 di Brasil.
Obama Foundation menyatakan ketiganya siap menjadi pemimpin global berbasis nilai keadilan dan keberlanjutan.

