Dia mengembangkan e-Comic berbasis ESD (Education for Sustainable Development), meraih Juara II dalam LKTI Art and Science Youth Competition.
Kemudian, menjadi semifinalis dalam 2023 APEC YES Challenge on Green Synergy Social Solution, serta bersama timnya meraih juara tiga dalam ajang inovasi pembelajaran digital.
Sebuah cerminkan satu capaian konsistensi dan kerja kerasnya.
Puncak dari perjalanan akademik dan intelektualnya adalah terpilihnya Meutia sebagai Grand Finalis ALMI Thesis Award 2025 di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
Gelar Sarjana Bukan Akhir
Meutia bakal mengikuti final pitching pada 8 Desember 2025 di Makassar yang menjadi peluang untuk mengharumkan nama Unnes di tingkat nasional.
Dalam pidato wisudanya, Meutia menyampaikan rasa syukur kepada seluruh civitas akademika Unnes, keluarga, dan teman-teman yang telah mendukungnya.
Dia menegaskan bahwa meski masa mahasiswa telah usai, semangat untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi tetap hidup.
Dia yakin bahwa gelar sarjana bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan memberi manfaat bagi masyarakat.
Meutia Salwa Aisy Nabilla bukan sekadar lulusan terbaik, tetapi bukti bahwa di Unnes mahasiswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga peduli, kreatif, dan siap membawa perubahan nyata. (*)
Sumber Unnes

