“KKNTK kali ini harus digelorakan ke desa-desa agar tepat sasaran dalam menggaungkan tema besar KKNTK Unigoro 2025 Optimalisasi Potensi Desa dalam Mendukung Pengembangan Geopark di Bojonegoro,” lanjutnya.
Siap KKNTK
Sementara itu, Rio Febrian, mahasiswa Unigoro Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Jurusan Administrasi Publik, menyatakan bahwa telah siap untuk melaksanakan KKNTK.
Rio bahkan sudah menyiapkan gong dan seperangkat alat oklik, kesenian tradisional Bojonegoro.
Rio dkk berencana memberikan gong dan alat oklik kepada anak-anak di Desa Kalirejo, Bojonegoro, tempat kelompoknya menjalankan program KKNTK.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu, untuk mendukung program culture site sebagai bagian potensi pengembangan Geopark,” kata Rio.
“Kami memberikan pendampingan khusus terkait pengembangan oklik yang ada di wilayah Kalirejo dengan menggandeng seniman lokal dan melakukan fasilitasi berupa peremajaan seperangkat alat musik oklik,” tambahnya.
Gali potensi
Dalam kesempatan terpisah, Galih Wijanarko menjelaskan, kelompoknya juga menggali potensi dan monitoring program pendampingan Oklik secara berkala.
“Setidaknya dalam beberapa bulan ke depan kami akan pantau,” kata Galih.
“Nanti di ujung program KKNTK, kami menargetkan untuk merekam satu lagu karya anak-anak sanggar yang berkolaborasi dengan seniman lokal,” tegas Galih, di Balai Desa Kalirejo, Bojonegoro.

