BOJONEGORO, INIKAMPUS – Puluhan murid SD sedang berperan sebagai arkeolog kecil di Museum 13, Bojonegoro, Jawa Timur.
Kegiatan itu berlangsung di salah satu ruang kelas di SDN Panjunan 2, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, puluhan siswa SD sedang menjadi arkeolog kecil.
Mereka bermain sambil belajar untuk mengenal koleksi benda purbakala Museum 13 dalam kegiatan yang bertajuk The Bone Hunter Team, Senin (4/8/2025).
Salah satu peserta, Kenzio, murid kelas 4 SDN Panjunan 2, tampak bersemangat mengikuti aktivitas bersama 56 murid lainnya.
The Bone Hunter Team merupakan agenda rutin ekstrakurikuler kepurbakalaan SDN Panjunan 2.
“Kemarin aku menemukan fosil kerang saat gladak di dekat petilasan Angling Dharma, Desa Wotangare,” cerita Kenzio penuh semangat.
Unigoro Dukung Kolaborasi Seniman Oklik dan Musisi Lintas Genre Bojonegoro
Tahniah! Mahasiswi Unugiri Juara I Desainer Muda Bojonegoro
Gladak merupakan istilah ekskursi luar ruangan, yang berlangsung dengan dampingan Alif Andriyati, pendamping The Bone Hunter Team.
Ekskursi adalah kegiatan perjalanan, baik untuk tujuan rekreasi maupun pendidikan.
Dalam ekskursi, peserta mengunjungi suatu tempat untuk mengamati, mempelajari, atau mengalami sesuatu secara langsung.
Ekskursi, atau seringkali disebut studi ekskursi, dalam konteks pendidikan merupakan kegiatan belajar di luar kelas dengan mengunjungi lokasi tertentu untuk mendapatkan pengalaman praktis dan memperdalam pemahaman materi.
Eksplorasi situs bersejarah
Dalam gladak, para murid SDN Panjunan 2 mengeksplorasi situs bersejarah di wilayah Bojonegoro.
“Kami mengajak anak-anak eksplorasi mencari fosil, dan melengkapi mereka dengan peralatan lapangan seperti scop, kuas, cangkul kecil, dan wadah untuk menyimpan fosil,” papar Alif.
Kepada para siswa, Alif juga menekankan pentingnya ketelitian dan kehati-hatian dalam proses penggalian.
“Jangan sampai merusak fosil temuan,” pesannya.

