BOJONEGORO, INIKAMPUS – Mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar sosialisasi “Lestarikan Fosil dan Jaga Warisan.”
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Panjunan, Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu (23/7/2025) lalu.
Sosialisasi terselenggara atas inisiasi mahasiswa Unigoro, yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) di Desa Panjunan.
Lewat KKNTK, para mahasiswa mengemban mandat kampus untuk membumikan gagasan optimalisasi potensi desa dalam mendukung pengembangan geopark Bojonegoro.
Sosialisasi menghadirkan Penanggung Jawab Museum 13, Alif Andriyanti, sebagai narasumber.

Selama ini, Alif memiliki peran aktif dalam mendokumentasikan artefak geosite di Bojonegoro.
Unigoro Berangkatkan 792 Mahasiswa KKNTK ke Berbagai Desa Pengabdian di Bojonegoro
Mahasiswa KKN Bisa Dapatkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Ini Caranya
Portal resmi Pemkab Bojonegoro, https://bojonegorokab.go.id/, menyebutkan bahwa Museum 13 merupakan museum komunitas, yang berdiri pada 1989 atas inisiatif Harry Nugroho.
Museum tersebut saat ini menempati di SDN Panjunan 2, Bojonegoro.
“Museum 13 berupaya menyelamatkan fosil-fosil yang kami temukan di berbagai tempat di Bojonegoro,” kata Alif, dalam rilis kepada iniKampus, Sabtu (26/7/2025).
“Sebagai langkah pelestarian sekaligus menjadi destinasi edukasi terkait temuan arkeologi yang bermanfaat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Landasan hukum
Selain Alif, sosialisasi juga menghadirkan Amiran Mansydea, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro.

