SEMARANG, INIKAMPUS – Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan pelatihan team building dan kader lingkungan.
Pelatihan berlangsung di Bank Sampah Mugi Berkah Sari, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Sabtu (20/9/2025).
Sebanyak 40 peserta dari berbagai usia mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program Revitalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat pada Bank Sampah di Permukiman Padat Kota Semarang.
Dananya bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.
Program pemberdayaan kemitraan masyarakat ini telah berlangsung sejak Juli 2025.
PPG 2025 Tahap 3 Resmi Dibuka, Kuota 155.652 Guru Tertentu
Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan partisipatif, workshop pemilahan sampah, implementasi sistem manajemen pencatatan sampah, hingga pelatihan team building dan kader lingkungan.
Mugi Marjoko, Lurah Tegalsari, mengapresiasi kegiatan tim UNNES itu.
Dia berharap program ini dapat berkelanjutan dan diperluas untuk semua bank sampah di wilayahnya.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap ini bisa terus berlanjut dan meluas ke bank sampah lainnya di Kelurahan Tegalsari,” kata Marjoko.
Lurah juga menyampaikan harapannya agar program pengelolaan sampah ini dapat terintegrasi dengan program Koperasi Merah Putih.
Integrasi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Program Lanjutan
Untari, Ketua Bank Sampah Mugi Berkah Sari, mengucapkan terima kasih atas pendampingan oleh tim FMIPA UNNES.
Dia berharap ada program lanjutan berupa pelatihan pengolahan sampah organik.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim UNNES yang sudah mendampingi kami. Harapannya ada kelanjutan untuk pelatihan pengolahan sampah organik,” ujar Untari.
Bank Sampah Mugi Berkah Sari saat ini fokus mengelola sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam.
Pengelolaan sampah organik menjadi kompos atau produk bernilai ekonomi lainnya masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.
Prof. Murbangun Nuswowati, narasumber sekaligus anggota tim pengabdi, menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah yang bermula dari rumah tangga.
Menurutnya, upaya ini dapat menurunkan beban pengolahan sampah perkotaan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

