PEKALONGAN, INIKAMPUS – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan workshop “Sociopreneurship dan Inovasi Model Usaha Ekonomi Syariah”, di kampus, Rabu, 12 Agustus 2026.
Hadir seabagai narasumber praktisi keuangan syariah sekaligus Wakil Ketua KADIN Kabupaten Pekalongan Bidang Keuangan, Perbankan, dan Perpajakan, Baratadewa Sakti Perdana, S.T., M.E.
Kehadirannya memberikan angin segar bagi civitas akademika dalam memahami konsep bisnis dapat berjalan beriringan dengan prinsip kemaslahatan umat.
Dia membedah kerangka kerja strategis melalui lima pilar utama (5P).
“Kelima pilar itu meliputi penjagaan terhadap agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta yang terintegrasi dengan alat ukur keputusan bisnis yang presisi,” katanya.
Narasumber juga menyajikan contoh nyata model usaha, mulai dari inspirasi perjalanan korporasi hingga gagasan inovatif model usaha pangan berbasis wakaf saham korporasi.
Selain itu, skema pembiayaan untuk memberdayakan sektor pertanian serta UMKM.
Sesi ini turut diperkaya dengan motivasi bisnis mengenai pentingnya menata niat, membangun mentalitas kecukupan, serta meyakini bahwa setiap ikhtiar jujur akan membawa maslahat.
Workshop dipandu Naila Farha, M.A.
Ketua Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Aris Syafei, M.E.I., mengatakan, transformasi pemikiran bisnis berbasis syariat sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda.
”Mahasiswa ekonomi syariah harus mampu melihat sosiopreneurship dalam pandangan syariat sebagai instrumen strategis untuk menciptakan keadilan sosial, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan keberlanjutan usaha yang membawa berkah bagi masyarakat luas,” ungkap Aris Syafei.

