Apresiasi Program Sekolah Kemitraan
Terpisah, Rohmat berucap syukur kepada Pemprov Jateng karena telah membantu mewujudkan mimpi kedua putrinya.
Dia yang hanya sebagai buruh tani tentunya sangat kerepotan jika harus menanggung biaya pendidikan kedua anaknya sekaligus.
Terlebih, kondisi kesehatannya pun semakin menurun.
Bahkan sebenarnya dia sudah disarankan oleh dokter untuk tidak terlalu berat.
“Meskipun ini tanggung jawab orangtua, tetapi kami juga harus sadar diri atas kondisi ekonomi.”
“Kedua anak kami juga memahami itu,” jelas bapak empat anak ini.
Wakil Kepala Kesiswaan SMA NU Maarif Kangkung, Meilinda Estuningsih berkata, pihak sekolah mengapresiasi program Sekolah Kemitraan ini.
Menurutnya, program tersebut adalah jembatan untuk memajukan pendidikan, utamanya di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah.
“Di sekolah kami ada 14 dari 36 siswa yang kategori peserta sekolah kemitraan.”
“Meskipun mereka ikut program kemitraan, untuk mata pelajaran hingga perlakuannya akan sama dengan siswa reguler lainnya.”
“Perbedaannya cuma biaya pendidikan 14 siswa tersebut yang menanggung adalah Pemprov Jateng,” jelasnya. (*)
Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

