Stella menegaskan bahwa pemerintah hanya akan berperan sebagai fasilitator dalam mengembangkan potensi sekolah-sekolah yang memiliki kekhasan, bukan menyamaratakan kualitas di seluruh wilayah.
“Tujuan untuk membuat kualitas yang sama itu bukanlah suatu tujuan. Kita harus bekerja sama untuk membangun potensi dari masing-masing sekolah. Ini bukan persamaan, tetapi pembangunan potensi yang paling maksimal dan optimal,” ujarnya.
Salah satu contoh sekolah yang memiliki potensi unggul adalah MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI).
MAN Insan Cendekia OKI berprestasi dalam riset robotik dan mekatronik di tingkat global.
Sekolah tersebut kini termasuk dalam 12 Sekolah Garuda Transformasi, program untuk membina talenta muda Indonesia agar mampu bersaing memperebutkan kursi di universitas kelas dunia. (*)

