YOGYAKARTA, INIKAMPUS – Tim peneliti lintas disiplin di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memperoleh Hibah Penelitian Terapan Prototype Tahun Anggaran 2025.
Penelitian itu memperoleh pendanaan melalui program BIMA atau Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Pelaksanaan penelitian berdasarkan Kontrak Induk Nomor 126/C3/DT.05.00/PL/2025 bertanggal 28 Mei 2025, serta Kontrak Turunan Nomor 0498.05/LL5-INT/AL.04/2025 dan 223/LPPM-Pen/In tertanggal 4 Juni 2025.
Riset terapan ini bertajuk “Pengembangan Produk Keramik Dinding Puzzle Bermotif Batik Indonesia dan Islami melalui Teknologi Artistic CAD/CAM Berbasis STEM”.
UAJY bersama mitra industri menghadirkan solusi nyata bagi penguatan industri kreatif nasional.
INOVATIF! Batavia Team FT UNJ Perkenalkan Prototipe Mobil Listrik Irit Si Jayaraya EV
ISTIMEWA! Tim Peneliti UGM Temukan Tujuh Spesies Baru Lobster Air Tawar di Papua Barat
Program ini berlangsung atas inisiasi Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) di bawah naungan Kemendiktisaintek.

Situs resmi UAJY, uajy.id menyebutkan, Prof. Dr. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU (Universitas Atma Jaya, Yogyakarta) memimpin penelitian tersebut selaku perancang artistik utama dan koordinator hilirisasi riset.
Adapun anggota Tim Akademik terdiri atas:
- Tonny Yuniarto, S.T., M.T., fokus pada desain dan manufaktur master model
- Anugrah Kusumo Pamosoaji, S.T., M.T., Ph.D., fokus pada optimasi dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI)
- Wardhana Wahyu Dharsono, S.T., M.T., fokus pada fabrikasi dan teknologi CNC
- Rafael Agha Garciano, Fredericus Daru P. Jatmiko, Revin Febrian Santoso, sebagai mahasiswa pendukung CAD, CAM, dan QC.
Selain itu terdapat Tim Mitra Industri dan Umum.
Tim tersebut beranggotakan:
- Sigit Wibisono, S.T. (CV Terang Abadi Satria), fokus pada dokumentasi dan pelaporan
- Nugroho Mamayu Hayuning B, S.T., M.T. (Kajeng Jawi), fokus pada HKI dan studi kelayakan
- PT Gyan Kreatif Indonesia (owner Naruna Ceramic) sebagai mitra manufaktur utama.

