Pada tahun pertama, tim telah berhasil menciptakan dua prototipe keramik puzzle dengan motif batik dan islami.
Tak hanya itu, tim juga telah mendaftarkan dua hak kekayaan intelektual (paten sederhana dan desain industri).
Lanjutkan pengujian
Berikutnya, pada tahun kedua, mereka melanjutkan dengan pengujian produk oleh lembaga resmi (PT SGS dan Balai Keramik)
Tim juga melakukan penyusunan studi kelayakan atau feasibility study.
Lebih jauh dari itu, tim juga menyusun cetak biru atau blueprint komersialisasi untuk membuka jalan ke pasar nasional dan global.
Penelitian tahun ini bertujuan mentransformasi kekayaan budaya tradisional menjadi produk arsitektural modern yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Di sinilah kolaborasi multidisiplin menjadi kunci memadukan pendekatan ilmiah, desain artistik, dan teknologi manufaktur digital.
Sebenarnya, keramik dinding bukan hal baru
Akan tetapi, bagaimana jika bentuknya puzzle modular, bermotif batik atau ornamen islami, dan diproduksi dengan presisi tinggi berkat teknologi CNC?
Inilah terobosan tim lintas disiplin UAJY bersama PT Gyan Kreatif Indonesia (Naruna Ceramic).
Penelitian ini mengolah kekayaan budaya menjadi produk arsitektural yang modern dan efisien.

