Tak hanya berhenti di lomba saja, mereka masih terus melakukan pengkajian dan penyempurnaan terhadap produk.
Penyempurnaan itu terutama berkait dengan rasa dan kecukupan gizi sehingga manfaatnya dapat lebih optimal.
“Selanjutnya hal yang dapat kami lakukan adalah dengan melakukan penyuluhan baik di posyandu maupun kepada masyarakat umum terkait produk ini,” timpal Claren.
Dengan demikian, Femiboost tidak hanya dikenal luas, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara nyata untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Tantangan
Waktu menjadi tantangan terbesar bagi Wanda, Ivena, dan Claren.
Di tengah padatnya aktivitas sebagai mahasiswa, mereka harus pandai membagi waktu antara perkuliahan, tugas akademik, dan pengembangan produk.
“Keterbatasan waktu di tengah kesibukan kami sebagai mahasiswa Teknologi Pangan menjadi tantangan,” kata Ivena.
“Kami juga harus banyak latihan untuk memberikan presentasi terbaik,” tambahnya.
Meski begitu, dosen pembimbing mereka selalu mendampingi melalui bimbingan dan masukan-masukan.
“Melalui bimbingan, kami bisa bertukar pendapat terkait karya tulis kami,” tandas Claren.
Rangkaian lomba
Rangkaian lomba karya ilmiah tersebut terdiri atas beberapa tahap yang masing-masing memerlukan proses seleksi.

