Berawal dari Pengabdian
Dr Rabendra Yudistira Alamin mengatakan, pengembangan Tata Harta ini sebenarnya berawal dari pengabdian kepada masyarakat.
Dia bersama tim lantas mengembangkannya.
Sebagai langkah awal, dia menyusun permainan menggunakan metode Delphi, mengumpulkan pendapat pakar melalui survey berulang.
“Proses tersebut mulai April hingga Juni 2023.”
“Dari situlah kemudian melahirkan konsep AGBL sebagai dasar utama permainan,” ucapnya.

Tahapan selanjutnya, kata alumnis DKV ITS ini, tim berfokus pada prototipe yang mengacu pada kerangka AGBL.
Termasuk juga studi permainan keuangan yang pelaksanaannya pada Juni hingga Oktober 2023.
Untuk uji cobanya, dia laksanakan secara bertahap.
Melibatkan berbagai pihak seperti komunitas board game, peserta seminar, pengunjung kafe, hingga beberapa pakar.
“Prototipe itu kami uji coba di SMK Negeri 1 Mojokerto dan SMK Negeri 12 Surabaya.”
“Kami libatkan sekira 60 siswa dari beragam latar ekonomi dan sosialnya.”
“Hasilnya, ada peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa secara signifikan,” bebernya.
Cerita Inspiratif Sherly Phangestu, Mahasiswa Indonesia Peroleh Pujian CEO Apple
GrabScholar 2025 Hadirkan Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa

