SURABAYA, INIKAMPUS – Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Rabendra Yudistira Alamin membuktikan jika pelajar belajar literasi keuangan bukanlah hal yang membosankan.
Dosen Departemen Komunikasi Visual (DKV) ini menjabarkannya melalui hasil disertasinya.
Isinya tentang pengembangan edukasi literasi keuangan Tata Harta sebagai pembelajaran berbasis permainan adaktif dan relevan bagi siswa SMA/SMK sederajat.
Melalui disertasinya itu, dia mencoba mengenalkan literasi keuangan dengan cara menyenangkan atau mengasyikan.
Ini 10 Kampus Negeri Paling Top di Indonesia versi QS WUR 2026, UI di Puncak
Pendaftaran Beasiswa PMDSU 2025 Resmi Dibuka, Kini Menjangkau Rumpun Ilmu Seni dan Budaya
Salah satunya adalah melalui game based learning.
Ini bukanlah sekadar permainan.
Di dalamnya telah menggunakan pendekatan ilmiah dan terstruktur, melalui kerangka adaptive game based learning (AGBL).
Kerangka ini melalui hasil riset lintas bidang bersama desainer permainan, guru, konsultan keuangan, dosen akuntansi, board game publisher, hingga CEO pelatihan keuangan.Keuangan
Dr Rabendra menyebut, Tata Harta ini sebagai permainan papan dengan skenario kehidupan nyata.
Permainan ini, mereka akan menghadapi berbagai pilihan finansial seperti investasi, menabung, membeli kebutuhan, hingga berdonasi.
Permainan ini juga menekankan pentingnya keseimbangan pengelolaan aset, kebahagiaan, maupun kontribusi sosial.
“Jadi, permainan menjadi lebih interaktif dan adaptif.”
“Materi keuangan semakin mudah dipahami.”
“Membantu siswa paham nilai keuangan secara lebih luas dan kontekstual,” ungkapnya.

